Buyback Saham

OJK Izinkan Emiten Buyback, Ini Reaksi Pelaku Pasar Modal di Makassar

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengizinkan semua emiten atau perusahaan publik melakukan pembelian kembali (buyback) saham.

Istimewa
Branch Manager Makassar PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, Carlo E F Coutrier 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengizinkan semua emiten atau perusahaan publik melakukan pembelian kembali (buyback) saham sebagai upaya memberikan stimulus perekonomian dan mengurangi dampak pasar yang berfluktuasi secara signifikan.

Hal ini terjadi seiring dengan pelambatan dan tekanan perekonomian baik global, regional maupun nasional sebagai akibat dari wabah Covid-19 dan melemahnya harga minyak dunia.

Ketentuan tersebut dituangkan dalam Surat Edaran OJK Nomor 3/SEOJK.04/2020 tanggal 9 Maret 2020 tentang Kondisi Lain Sebagai Kondisi Pasar Yang Berfluktuasi Secara Signifikan Dalam Pelaksanaan Pembelian Kembali Saham Yang Dikeluarkan Oleh Emiten Atau Perusahaan Publik.

Sehingga, bursa saham di Bursa Efek Indonesia terus melemah. Branch Manager Makassar PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, Carlo E F Coutrier, Senin (30/3/2020) mengatakan kebijakan untuk melakukan buyback saham tanpa melalui RUPS sangat membantu emiten (perusahaan) untuk melakukan aksi korporasi tersebut dengan cepat dan efisien.

"Terlebih lagi apabila kondisi harga saham emiten sudah jauh di bawah nilai buku. Untuk perusahaan sehat (masih mencetak laba) dengan proyeksi bisnis yang masih menguntungkan akan sangat jarang kita dapati harga saham di bawah nilai buku. Kecuali dalam kondisi extra ordinary seperti sentimen negatif akibat pandemi covid-19, panik sell, dan sebagainya," jelasnya.

Carlo mengatakan, untuk secara menyeluruh terkait fluktuasi pasar (IHSG), dana yang di alokasikan masing-masing emiten untuk buyback saham di market memang belum dalam jumlah yang sanggup menahan penurunan akibat aksi jual.

"Koreksi (penurunan) IHSG pada hari ini merupakan koreksi wajar setelah dalam 2 hari (kamis dan jumat) IHSG berhasil naik di atas 10 persen," katanya.

Carlo mengambil contoh, saham BBRI di pasar modal. "Kapitalisasi pasar BBRI +/- 326 triliun. Total nilai transaksi harian BBRI di kisaran Rp 500 miliar s/d 1 triliun. Dengan alokasi dana buyback sebesar 3 triliun dengan jangka waktu 3 bulan, mungkin hanya akan berdampak low impact ke pergerakan harga BBRI," katanya.(*)

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

(*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved