Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Update Corona Tator

Cegah Corona, Petani Tuak di Bonggakaradeng Dilarang Jualan Keluar Daerah

Pemerintah Kecamatan Bonggakaradeng, Tana Toraja mengelar musyawarah dalam rangka memaksimalkan pencegahan Covid-19.

Penulis: Tommy Paseru | Editor: Hasriyani Latif
tommy paseru/tribuntoraja.com
Musyawarah Kecamatan Bonggakaradeng dalam memaksimalkan upaya pencegahan Covid-19 (Corona). 

TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE - Pemerintah Kecamatan Bonggakaradeng, Tana Toraja mengelar musyawarah dalam rangka memaksimalkan pencegahan Covid-19 alias Corona, Minggu (29/3/2020).

Musyawarah ini dihadiri tokoh masyakarat, pihak kepolisian, lurah serta lepala lembang (desa).

Informasi yang diperoleh, melalui musyawarah ini seluruh stakeholder meyepakati satu kebijakan baru.

Yakni, untuk sementara waktu melarang para petani Tuak (Ballo') berjualan keluar daerah (Bonggakaradeng).

Kebijakan ini diambil sebagai upaya pencegahan Covid-19.

"Sebagai upaya antisipasi, para petani tuak kami larang untuk sementara berjualan ke luar daerah," kata Camat Bonggakaradeng, Zeth Padaonan.

Seperti diketahui, sebagian warga di Bonggakaradeng berprofesi sebagai petani Tuak.

Hampir setiap harinya Tuak dipasarkan ke berbagai daerah yang ada di Kabupaten Tana Toraja.

"Melalui kebijakan ini, getah pohon aren yang sebelumnya dijadiakan tuak, kami sepakati bersama sekarang diolah jadi gula merah," ungkapnya.

Hal tersebut dimaksudkan agar petani Tuak tetap bekerja dan memperoleh hasil dimasa pandemi Corona ini.(*)

Laporan Wartawan TribunToraja.Com,@b_u_u_r_y

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved