Dampak Corona di Sulsel

Dampak Corona, Kejati Minta 23 Kejari se Sulsel Sidang Via Online

Menurut Idil, sidang via online dalam bentuk video telekonference adalah cara terbaik untuk mencegah dan mengantiaipasi penularan wabah corona.

Dok. PN Makassar
Pemeriksaan suhu tubu bagi pegawai dan pengunjung Pengadilan Negeri Makassar 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel meminta seluruh Kejaksaan Negeri

menggelar sidang dalam bentuk video conference di tengah pandemi Corona.

"Harapan kami 23 Kejaksaan Negeri di lingkup Kejati bisa menggelar sidang onlinen," kata Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel Idil kepada tribun.

Menurut Idil, sidang via online dalam bentuk video telekonference adalah cara terbaik untuk mencegah dan mengantiaipasi penularan wabah corona.

Karena dengan sidang via online tidak ada kontak fisik atau mengumpulkan orang dalam jumlah banyak.

Idil menyampaikan proses sidang via online sebenarnya sudah dilaksanakan beberapa Kejaksaan di daerah.

Beberapa daerah yang telah menerapkan sidang via online adalah Kejaksaan Negeri Parepare dan Bone.

"Minggu lalu Parepare dan Bone sudah sidang online. Minggu depan beberapa kejaksaan negeri sudah melaporkan kesiapannya," sebutnya.

Kepala Kejaksaaan Agung (Kajagung) RI mengizinkan agar sebagian pengawai Kejaksaan, termasuk di Sulawesi Selatanuntuk menjalankan antivitas kedinasan kerja di rumah masing masing.

Hal itu tertuang dalam surat edaran Kepala Kejaksaan Agung (Kejagung) nomor 2 tahun 2020 tentang penyesuaian sistem kerja dalam upaya pencegahan wabah virus corona.

Pemeriksaan suhu tubu bagi pegawai dan pengunjung Pengadilan Negeri Makassar
Pemeriksaan suhu tubu bagi pegawai dan pengunjung Pengadilan Negeri Makassar (Dok. PN Makassar)
Halaman
12
Penulis: Hasan Basri
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved