TRIBUN WIKI
Mengenal Kulkul Bali, Alat Komunikasi Tradisional Menyampaikan Pesan
Kulkul adalah alat komunikasi tradisional masyarakat Bali, berupa alat bunyian yang umumnya terbuat dari kayu atau bambu, dan benda peninggalan leluhu
Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Anita Kusuma Wardana
TRIBUNTIMURWIKI.COM- Kulkul Bali menjadi trending google Indonesia, Kamis (27/3/2020).
Kulkul merupakan salah satu peninggalan sejarah.
Meski sudah ada sejak dulu hingga saat ini masyarakat Bali terus menjaga dan merawat.
Namun, dengan perkembangan teknologi saat ini memukul kulkul sebagai alat komunikasi sudah tak sering digunakan lagi.
Untuk mengenal lebih jauh Kulkul Bali, simak profilnya dilansir dari wikipedia:
Kulkul adalah alat komunikasi tradisional masyarakat Bali, berupa alat bunyian yang umumnya terbuat dari kayu atau bambu, dan benda peninggalan para leluhur.
Di setiap organisasi tradisional di Bali, terdapat setidaknya sebuah kulkul.
Selain di Bali, Kulkul yang lazimnya disebut dengan kentongan, terdapat hampir di seluruh pelosok Indonesia. Untuk itu, kulkul dijadikan alat komunikasi tradisional oleh masyarakat Indonesia.
Sejarah
Pada zaman Jawa-Hindu, kulkul disebut 'Slit-drum' yaitu berupa tabuhan dengan lubang memanjang yang terbuat dari bahan perunggu.
Pada masyarakat Bali, istilah kulkul ditemukan dalam syair Jawa-Hindu Sufamala.
Beberapa lontar Bali, juga menyebutkan keberadaan kulkul seperti Awig-awig Desa Sarwaada, MarkaNdeya Purana, dan Diwa Karma.
Keempat naskah kuno Bali ini, mengungkapkan pentingnya kayu, yang bermakna pikiran dalam kehidupan manusia, yang biasa disebut dengan kulkul.
Kayu adalah bahan dasar dari kulkul yang erat hubungannya dengan manusia.
Pada masa pemerintahan Belanda di Indonesia, kulkul lebih dikenal dengan nama 'Tongtong'.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/mengenal-kulkul-bali-alat-komunikasi-tradisional-menyampaikan-pesan.jpg)