Corona Amerika Serikat
KABAR BURUK Buat Amerika Serikat, Pasien Coronanya Kini Lebih Tinggi Dibanding China Mulai Hari Ini
KABAR BURUK Buat Amerika Serikat, Pasien Coronanya Kini Lebih Tinggi Dibanding China Mulai Hari Ini
TRIBUN-TIMUR.COM - KABAR BURUK Buat Amerika Serikat, Pasien Coronanya Kini Lebih Tinggi Dibanding China Mulai Hari Ini
Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak akan suka dengan data terbaru dari Coronavirus COVID-19 Global Cases by Johns Hopkins CSSE, Jumat (27/3/2020).
Kata kunci artikel ini: Corona di Amerika Serikat bertambah, Corona Amerika Serikat semakin banyak, Donald Trump, Corona seluruh dunia
Johns Hopkins University and Medicine melansir data jika pasien positif Corona di Amerika Serikat saat ini berjumlah 83.507.
Angka ini lebih tinggi dari penderita dari China Daratan; 81.782.
Juga dari Italia.
Padahal sehari sebelumnya, pasien positif Corona Amerika Serikat masih di urutan ketiga di bawah China dan Italia.
• Harapan Itu Masih Ada! 115 Ribu Pasien Positif Corona Sembuh di Seluruh Dunia, Amerika Terancam!
Penderita Positif Corona di Berbagai Negara, Jumat (27/3/2020)
- 83.507 Amerika Serikat
- 81.782 China
- 80.589 Italy
- 57.786 Spain
- 43.938 Germany
- 29.551 France
- 29.406 Iran
- 11.811 Switzerland
- 11.809 United Kingdom
- 9.241 Korea, South
- 7.459 Netherlands
- 6.847 Austria
- 6.235 Belgium
- 4.042 Canada
- 3.629 Turkey
- 3.544 Portugal
- 3.369 Norway
- 2.915 Brazil
- 2.840 Sweden
- 2.810 Australia
- 2.693 Israel
- 2.031 Malaysia
- 2.023 Denmark
- 1.925 Czechia
- 1.819 Ireland
- 1.453 Luxembourg
- 1.403 Ecuador
- 1.399 Japan
- 1.306 Chile
- 1.221 Poland
- 1.179 Pakistan
- 1.045 Thailand
- 1.029 Romania
- 1.012 Saudi Arabia
- 958 Finland
- 927 South Africa
- 893 Indonesia
Dari data mutakhir, peningkatan kasus terjadi di Amerika Serikat.
Kabar buruk bagi Warga Negara Amerika Serikat dan Presiden Donald Trump.
Baru-baru ini organisasi kesehatan dunia WHO menyebut Amerika Serikat berpotensi jadi episentrum baru atau pusat penyebaran baru wabah Virus Corona atau Covid-19.
AmOrganisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pada hari Selasa bahwa pihaknya melihat penyebaran virus corona (covid-19) yang sangat cepat (very large acceleration) di Amerika Serikat .
Kondisi ini menghawatirkan AS berpotensi menjadi pusat penyebaran atau episentrum baru wabah virus corona.
Mengutip Reuters, selama 24 jam terakhir, 85% kasus baru virus corona berasal dari Eropa dan Amerika Serikat, kata juru bicara WHO Margaret Harris kepada wartawan.
Dari mereka, 40% berasal dari Amerika Serikat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/sedang-trending-presiden-amerika-serikat-donald-trump-dimakzulkan-oleh-dpr.jpg)