Dampak Virus Corona
Cara Sidrap Halau Corona, Mahasiswa KKN Dipulangkan ke Makassar, Ada Bilik Pemeriksaan di Perbatasan
Kini, setiap orang yang akan memasuki wilayah Sidrap mesti melewati bilik pemeriksaan di perbatasan

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidrap all out melindungi warganya dari Covid-19. Bilik pemeriksaan didirikan di daerah-daerah perbatasan, mahasiswa yang semenara melaksanakan kuliah kerja nyata (KKN) di wilayah Sidrap dikembalikan ke Makassar.
“Biar rakyat Sidrap merasa aman dan terlindungi, serta tahu kalau pemerintah berusaha sekuat tenaga melindungi dan menjaga keamanan mereka,” kata Wakil Bupati Sidrap Ir H Mahmud Yusuf kepada Tribun-Timur.com, Rabu (25/3/2020) malam.
Kini, setiap orang yang akan memasuki wilayah Sidrap mesti melewati bilik pemeriksaan. Mahmud Yusuf mengatakan, tujuh bilik pemeriksaan sudah didirikan di tujuh titik perbatasan Sidrap.
Bilik pemeriksaan itu berupa ruangan khusus yang berdinding platik. Di dalam bilik pemeriksaan disediakan bahan sterilisasi virus. Mahmud Yusuf memastikan 33 bilik disinfektan atau bilik sterilisasi virus Corona, terpasang di 33 titik di Sidrap.
Menurut Mahmud Yusuf, 33 titik dimana bilik yang dibuat sendiri oleh ASN Pemkab Sidrap itu, masing-masing akan di pasang di pasar-pasar tradisional Sidrap, di depan rumah sakit, puskesmas, dan di jalan-jalan protokol serta di sentral kegiatan mayarakat Sidrap.
Menurut Mahmud Yusuf, pemasangan bilik disinfektan di 33 titik itu, hanya merupakan langkah antisipasi Pemkab Sidrap untuk mencegah penyebaran virus Corona di kabupaten penghasil beras dan telur ayam itu.
Karena yang ingin dicapai Pemkab Sidrap, menurut Mahmud Yusuf yang alumni Takultas Teknik Unhas ini, warga Sidrap bebas atau bisa bebas dengan cepat dari virus Corona.
“Langkah memasang bilik disinfektan itu, salah satu tujuannya untuk bisa segera Pemkab Sidrap melahitkan peta virus Corana di Sidrap, sehingga penanganannya bisa cepat, karena daerah atau kecamaran dan kelurahan atau desa yang paling banyak terpapar dan sama sekali tidak terpapar virus mematikan itu,” jelas Mahmud Yusuf.
“Bapeda Sidrap atau Ikatan Sarjana Sidrap, akan diminta segera buat peta sebaran Virus Corona di Sidrap,” kata Mahmud Yusuf yang berharap peta itu selesai dalam waktu yang cepat.
Di Sidrap, kata Mahmud Yusuf lanjut, sama seperti daerah lain di Sulsel melakukan penyemprotan disinfektan di sarana-sarana pemerintahan dan rakyat, seperti di Masjid, kantor-kantor, di pasar-pasar di seluruh Kabupaten Sidrap.
Selain itu, lanjut Wakil Bupati Sidrap Mahmud Yusuf yang juga pengusaha ini, organisasi kekerabatan masyarakat Sidrap, seperti IKM Sidrap, IPMI Sidrap dan Kebugis Sidrap, telah menunjukkan kepedulian dan partisipasinya.
“Mereka turut serta membantu meringankan tugas Pemkab dengan ikut mengadakan masker dan turun lapangan menjadi relawan untuk membantu Pemkab sidrap mendisiiplinkan masyarakat Sidrap untuk patuh pada aturan,” kata Mahmud Yusuf.
Wakil Bupati Sidrap Mahmud Yusuf juga mengungkapkan keinginannya melibatkan pihak swasta untuk turut membantu Pemkab Sidrap untuk membebaskan Sidrap dari virus Corona.
“Kami akan meminta Alfamart dan Indomart yang menjamur di Sidrap hingga di desa-desa ikut serta membantu Pemkab Sidrap,” kata Mahmud Yusuf.
Wakil Bupati Sidrap, Mahmud Yusuf, juga mengungkapkan Pemkab Sidrap akan memulangkan mahasiswa dari berbagai kampus di Makasaar yang melaksanakan kuliah kerja nyata (KKN) di Sidrap.
Pemulanagan mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) itu semata untuk menjaga agar mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) itu tidak terpapar virus Corona dan juga menjaga masyarakat Sidrap dari virus corona.
“Kemungkinan penyebaran virus Corona dari mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) itu sangat terbuka, karena keluarga mahasiswa KKN dari berbagai daerah itu, sering menjenguk mahasiswa KKN itu,” jelas Mahmuf Yusuf.(*)