Mamuju Lawan Corona

Polda Sulbar Bakal Tindak Masyarakat yang Ngotot Buat Keramaian, Ancaman Hukumannya 4 Bulan Penjara

Kabid Humas Polda Sulbar, AKBP Syamsu Ridwan mengatakan, hal itu akan mereka lakukan demi kepentingan bersama yaitu mencegah penyebaran Virus Corona.

Polda Sulbar Bakal Tindak Masyarakat yang Ngotot Buat Keramaian, Ancaman Hukumannya 4 Bulan Penjara
Nurhadi/Tribun Timur
Kabid Humas Polda Sulbar AKBP Syamsu Ridwan 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU -- Polisi Daerah (Polda) Sulbar, akan menindak tegas apabila ada masyarakat yang membuat keramaian.

Kabid Humas Polda Sulbar, AKBP Syamsu Ridwan mengatakan, hal itu akan mereka lakukan demi kepentingan bersama yaitu mencegah penyebaran Virus Corona.

Mabes Polri sendiri sudah menegaskan untuk tidak segan membubarkan masyarakat yang berkumpul, atau sifatnya mengumpulkan banyak orang di suatu tempat.

Bila masyarakat menolak atau melawan aparat, maka Polri akan menindak dengan tegas.

Dia mengaku maklumat tersebut sudah mereka terima. Aparat penegak hukum berhak untuk membubarkan massa untuk mencegah penularan Covid-19 sesuai maklumat Kapolri.

Ada ancaman pidana bila masyarakat tak mematuhi imbauan untuk tidak berkumpul.

"Apabila ada masyarakat yang membandel yang tidak mengindahkan perintah personel yang bertugas untuk kepentingan negara, untuk kepentingan masyarakat bangsa negara. Kami akan proses hukum dengan pasal 212 KUHP, 216 KUHP dan 218 KUHP,"tegas AKBP Syamsu kepada Tribun, Senin (23/3/2020).

Namun kata dia, Polri akan tetap mengedepankan upaya dialog dengan masyarakat.

Polri memberikan imbauan agar masyarakat membubarkan diri dan tetap di rumah mengikuti imbauan dari pemerintah, untuk memutus rantai penularan Covid-19.

"Yang harus ditekankan hari ini adalah polri tidak ingin akibat berkerumunan, apalagi hanya kongkow-kongkow menyebabkan virus ini bertambah," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Nurhadi
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved