Masker Langka
Masker Masih Langka di Maros, Apotek Batasi Pembelian
Sejak merebaknya virus Corona di Indonesia, masyarakat berbondong-bondong membeli masker sebagai langkah pencegahan.
Penulis: Andi Muhammad Ikhsan WR | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUNMAROS.COM, TURIKALE - Sejak merebaknya virus Corona di Indonesia, masyarakat berbondong-bondong membeli masker sebagai langkah pencegahan.
Alhasil, masker mengalami kelangkaan. Hal ini dirasakan oleh Fachmi warga asal Maros. Menurutnya masker semakin susah didapat semenjak adanya Corona.
"Sejak adanya Corona, masker jadi barang langka. Hampir setiap hari saya cari masker di apotek atau supermarket, tapi jarang sekali dapat," ujar fachmi, Minggu (22/3/2020).
"Saya berharap pemerintah secepatnya mengatasi masalah ini, apalagi ditengah situasi saat ini," lanjutnya.
Sementara itu, Apoteker Kimia Farma Maros, Uli (27) mengatakan bahwa hampir semua pengunjung mencari masker.
"Setiap saat ada yang cari, tapi persediaan kami sangat terbatas," jelasnya.
"Kemarin stoknya sempat ada, sebanyak satu dus, tapi langsung habis," lanjutnya.
Di Kimia Farma Maros sendiri harga masker Rp 2.000 per lembar.
Dan untuk menghindari penimbunan, pihak Kimia Farma hanya memperbolehkan tiap pengunjung maksimal membeli dua lembar masker.(*)
Laporan Tribunmaros.com, Andi M Ikhsan
Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur:
Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:
(*)