Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Virus Corona

Jangan Salah Kaprah, Ketahui Perbedaan ODP & PDP, Istilah yang Dipakai dalam Kasus Covid-19

Jangan Salah Kapra, Ketahui Perbedaan ODP & PDP, Istilah yang Dipakai dalam Kasus Covid-19

Editor: Hasrul
sanovra jr/tribun-timur.com
Petugas mal melakukan pemeriksaan suhu tubuh kepada pengunjung saat akan memasuki Mal Ratu Indah (MaRI) di Jl Ratulangi, Makassar, Sabtu (21/3/2020). Pemeriksaan tersebut untuk mengantisipasi penyebaran Virus Corona (Covid-19). 

Tanpa enzim utuh, virus tidak dapat menggandakan materi genetiknya secara efisien sekali di dalam sel inang.

Hal itu menurut sebuah artikel yang menggambarkan obat yang diterbitkan pada tahun 2017 di jurnal Proceedings of Japan Academy, Ser. B, Ilmu Fisika dan Biologis.

Obat lain yang digunakan untuk pasien Covid-19 adalah Klorokuin.

Klorokuin selama ini dipakai sebagai obat malaria di Indonesia.

Klorokuin fosfat merupakan senyawa kimia yang memiliki struktur sama dengan quinine sulfate.

Quinine sulfate berasal dari ekstrak kulit batang pohon kina, yang selama ini juga menjadi obat bagi pasien malaria.

Mengutip Kompas.com, Guru Besar Bidang Farmakologi dan Farmasi Klinik Universitas Padjadjaran (Unpad), Keri Lestari, mengatakan bahwa kedua struktur tersebut (quinine sulfate dan chloroquine phosphate) memiliki manfaat yang sama dalam proses penyembuhan penyakit malaria.

Klorokuin memang menjadi salah satu senyawa yang dianggap sebagai kandidat antivirus untuk Covid-19.

Penelitian telah dilakukan oleh Wuhan Institute of Virology dari Chinese Academy of Sciences.

Penelitian tersebut dilakukan oleh ahli virologi Manli Wang bersama timnya, dan telah dipublikasikan dalam jurnal Nature.

Berdasarkan penelitian awal, klorokuin dapat menghambat kemampuan virus baru untuk menginfeksi dan tumbuh di dalam sel saat diuji pada kera.

Situs Science News menyebutkan bahwa klorokuin dapat memblokir infeksi virus dengan mengganggu kemampuan beberapa virus, termasuk SARS-CoV-2, untuk memasuki sel.

“Klorokuin juga dapat membantu sistem kekebalan tubuh melawan virus tanpa jenis reaksi berlebihan, yang dapat menyebabkan kegagalan organ,” tutur para peneliti.

Pakar Farmakologi & Clinical Research Supporting Unit FKUI, dr Nafrialdi, sebelumnya menekankan perlunya uji klinis untuk dapat menetapkan klorokuin sebagai obat untuk melawan virus corona.

Nafrialdi juga memiliki kekhawatiran karena klorokuin sebagai obat antimalaria juga sudah tidak lagi digunakan karena banyaknya kasus resisten malaria di sejumlah wilayah, termasuk Papua.

Kendati demikian, apabila memang klorokuin dapat menjadi obat bagi pasien Covid-19, maka itu merupakan sinyal awal.

“Itu mungkin hanya sinyal awal, tapi jangan langsung diterjemahkan bisa langsung dipakai. Perlu dilakukan serangkaian uji klinis untuk bisa menyatakan obat antimalaria menjadi obat virus corona,” tutur Nafrialdi, Kamis (12/3/2020).

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Ketahui Perbedaan ODP dan PDP, Istilah yang Dipakai dalam Kasus Virus Corona Penyebab Covid-19

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved