Cara Deteksi Dini Corona
Cara Deteksi Dini Corona: Silakan Cek Sendiri, Apakah Kamu Positif Covid-19 Atau Tidak Via WhatsApp
Begini Cek Corona Whatsapp - Ini Cara Deteksi Dini Corona dengan mengisi jawaban secara jujur di link Whatsapp berikut ini
Penulis: Rudi Salam | Editor: Mansur AM
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Begini Cek Corona Whatsapp, Cara Deteksi Dini Corona dengan mengisi jawaban secara jujur di link Whatsapp berikut ini
Potensi penyebaran Virus Corona tak terbatas.
Siapapun yang pernah berinteraksi dengan Pasien Positif Covid-19 berpotensi juga menularkan virus ini kepada orang lain dan keluarganya.
Untuk mencegah virus ini menyebar luas ke keluarga terdekat, mulailah dengan deteksi dirimu apakah terpapar virus atau tidak.
Sekarang lebih mudah, cukup dengan aplikasi WhatsApp.
Tim multidisiplin Universitas Hasanuddin (Unhas) dari disiplin ilmu Promosi Kesehatan, Geospasial, Epidemiologi, Kedokteran, dan Kesehatan Masyarakat, menginisiasi pemantauan Covid-19 di Sulawesi Selatan (Sulsel).
Kegiatan yang diberi nama Identifikasi Diri Covid-19 Sulsel ini dimaksudkan untuk memetakan sebaran kasus secara dini dengan metode survei.
Tim dipimpin oleh dr Joko Hendarto dari Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas dan Pencegahan Dini, Fakultas Kedokteran Unhas.
Inisiatif ini didasari oleh terbatasnya informasi mengenai potensi orang yang kemungkinan terpapar Covid-19.
Dengan melakukan surveilans ini, persoalan kekhawatiran publik mengenai potensi terpapar Covid-19 dapat diidentifikasi di hulu.
"Kita menggunakan tiga variabel, yaitu variabel klinis, variabel kontak, dan variabel riwayat perjalanan. Dengan metode ilmiah yang terukur, masyarakat bisa secara mandiri kondisi lingkungannya," kata dr Joko, dalam rilis yang diterima tribun-timur.com, Sabtu (21/3/2020).
Dengan mengetahui potensi orang-orang yang terpapar, inisiatif ini bisa menyampaikan kepada otoritas kesehatan di daerah tertentu untuk memberi perhatian langsung di lapangan.
"Jadi, jika masyarakat berpartisipasi, kita bisa mengurangi antrian dan kunjungan ke rumah sakit rujukan. Saat ini, kita lihat kebanyakan masyarakat ke rumah sakit itu karena khawatir. Kita ingin mengurangi kekhawatiran ini," jelasnya.
Langkah ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi tingkat resiko yang ada di diri seseorang.
Semakin tinggi tingkat resiko, maka orang tersebut semakin perlu untuk diperhatikan oleh otoritas.
Sementara seseorang dengan tingkat resiko lebih rendah bisa mengambil upaya isolasi mandiri untuk pemantauan.
"Intinya, kita ingin mencegah kepanikan warga, memberi ketenangan. Covid-19 ini dapat kita kontrol dan hentikan penyebarannya, asalkan semua mau terlibat," katanya.
Bagaimana caranya bagi masyarakat yang ingin terlibat dalam identifikasi dini ini?
Unit Multidisiplin Unhas yang menginisiasi metode ini memberikan formulir yang bisa diisi secara online, yang dapat diakses pada link:
https://bit.ly/Identifikasi_ diri_Covid19_SULSEL
Masyarakat diminta mengisi secara jujur pertanyaan-pertanyaan di dalamnya. Data yang diisi pada formulir ini akan dihubungkan aplikasi (Geographical Information System (GIS) untuk keperluan analisa.
Saat ini, tim Unhas yang bekerja mengembangkan inisiatif ini masih mencakup untuk wilayah Sulawesi Selatan.
Dr Joko mengatakan bahwa inisiatif ini dapat dikembangkan hingga ke tingkat nasional.
"Kami mengajak masyarakat berpartisipasi. Dengan terlibat dalam inisiatif ini, kita menjadi bagian dari upaya sistematis untuk mengenali sebaran virus, dan menghentikan penularan," tuturnya.
Warga Juga Bisa Cek Sendiri di Link Ini
Untuk mendeteksi diri sendiri dari virus corona, masyarakat bisa berkunjung di website checkupcovid19.jatimprov.go.id
Website ini bisa diakses dengan mudah menggunakan ponsel pintar dan juga komputer.
Masyarakat tinggal mengikuti tahapan dan menjawab enam pertanyaan dengan pilihan yang telah disedikan di website tersebut.
Setelah semua pertanyaan selesai dijawab, masyarakat bisa membaca hasil kesimpulan apakah perlu melanjutkan tes Covid-19 ke rumah sakit atau tidak.
Website Buatan Dokter Lulusan London
Dibuat dokter lulusan London, Website tersebut dibuat oleh dr Makhyan Jibril Al Farabi.
Dokter tersebut adalah lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang, dan University College London itu.
Website tersebut secara resmi telah diluncurkan di gedung Negara Grahadi di Surabaya, Rabu (18/3/2020).
"Dari laman ini bisa memeriksa diri kita sendiri, apakah terkena virus Covid-19 atau tidak," kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di sela peluncuran laman tersebut, Rabu.
Ia mengatakan, dengan website tersebut masyarakat bisa melakukan cek kesehatan secara mandiri.
Hal itu penting agar masyarakat tidak perlu ke rumah sakit untuk memastikan terkena virus atau tidak.
"Di laman itu ada pertanyaan dan jawaban yang diakhiri dengan kesimpulan. Dari situ dapat mendeteksi diri kita. Kalau kesimpulannya baik maka tidak perlu khawatir, tapi kalau kesimpulannya harus mendapat penanganan maka ada call center yang 24 jam siap dihubungi untuk membantu," katanya.
Khofifah juga mengatakan tekhnologi tersebut adalah yang pertama dan diharapkan bisa terkoneksi dengan pusat maupun provinsi.
Kunjungi linknya: https://checkupcovid19.jatimprov.go.id/covid19/#!/checkup/
Semua Bisa Tes Covid-19 di Alodokter
Kasus infeksi virus corona yang terus meningkat dari hari ke hari membuat sebagian besar masyarakat lebih memerhatikan kondisi kesehatannya.
Jika ingin memeriksakan diri namun belum sempat pergi ke rumah sakit, masyarakat bisa terlebih dahulu mengecek risiko infeksi virus corona secara online menggunakan sistem interaksi digital dari Alodokter.
Alodokter baru saja meluncurkan sebuah layanan digital yang mampu melakukan pengujian mandiri risiko tertular virus Corona. Layanan ini dapat diakses secara gratis melalui http://bit.ly/Alodokter-cek-risiko- covid-19.
Co-Founder dan Director Alodokter, Suci Arumsari mengatakan bahwa ini adalah salah satu langkah yang dilakukan Alodokter untuk membantu masyarakat memeriksakan risiko infeksi virus corona. Beberapa langkah lainnya, seperti membuat artikel dan video edukasi tentang Covid-19.
"Saat ini, kami juga mendukung program Kementrian Kesehatan Republik Indonesia dengan mengembangkan teknologi sistem interaksi digital guna membantu masyarakat Indonesia mendapatkan gambaran jelas mengenai gejala-gejala dasar virus Corona yang mereka mungkin rasakan, sehingga dapat segera mengambil langkah terbaik," kata Suci dalam keterangan tertulis.
Layanan digital ini berbentuk teknologi chatbot yang mampu berinteraksi cepat dalam menjawab pertanyaan seputar virus Corona.
Pengguna dapat memilih opsi yang sesuai dengan keadaannya saat itu sekaligus mendapatkan informasi akurat mengenai penularan virus Corona. Selain layanan chat ini, masyarakat juga bisa berkonsultasi langsung dengan dokter umum maupun dokter spesialis di aplikasi Alodokter melalui tautan yang disediakan pada layanan digital tersebut.
Link: https://corona.alodokter.com/cek-risiko-tertular-virus-corona-gratis
(*)
Laporan Wartawan Tribun Timur, Rudi Salam
Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur:
Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:
(*)