Breaking News:

Bosowa Semen

Cegah Penyebaran Covid-19, Karyawan Bosowa Semen WFH Absen Online

Bosowa Semen mencegah penularan virus Covid-19 di pabrik Bosowa Semen desa Baruga kecamatan Bantimurung, Maros.

Penulis: Muh. Hasim Arfah | Editor: Suryana Anas
Dok Bosowa Semen
Manajemen PT Semen Bosowa Maros (Bosowa Semen) mencegah penularan virus Covid-19 di pabrik Bosowa Semen desa Baruga kecamatan Bantimurung, Maros. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS – Manajemen PT Semen Bosowa Maros (Bosowa Semen) mencegah penularan virus Covid-19 di pabrik Bosowa Semen desa Baruga kecamatan Bantimurung, Maros.

Selain menerapkan sistem kerja work from home (WFH) sesuai anjuran dan edaran Presiden RI, manajemen juga menyediakan deteksi Thermo Gun untuk mendeteksi gejala suhu tubuh karyawan. Maka sebelum karyawan memasuki area pabrik, mereka wajib diukur suhu tubuhnya.

Selain itu di beberapa sudut area pabrik juga disebar hand sanitizer dan cairan antiseptik lainnya sebagai upaya pencegahan.

Hal ini dikatakan Chief Medical and Clinic Bosowa Semen, dr Abdu Abbas, Sabtu (21/3/2020) di Maros.

Ia menambahkan tindakan preventif ini sudah dilakukan sejak Senin (15/3/2020) lalu.

Meski ada beberapa karyawan yang mesti berkantor karena tuntutan profesi. Jarak satu meter sesama karyawan juga telah diimbau, terlebih saat jam makan siang yang biasanya dipenuhi karyawan di ruang makan.

Pihaknya juga tetap mengimbau karyawan agar sering mencuci tangan serta membawa alat sholat masing masing.

Corporate Communication Bosowa Semen, Budiman Habe mengatakan sejak diberlakukan WFH tidak serta merta membuat seluruh karyawan bekerja di rumah.

Apalagi mengingat pencapaian perusahaan yang juga memiliki faktor penting. Budiman menambahkan, karyawan yang mesti berkantor diwajibkan melakukan absensi online, sebagai upaya pencegahan virus melalui finger print.

Absensi online dilakukan saat masuk kerja dan keluar area pabrik melalui aplikasi yang didesain oleh HR Directorate Bosowa Semen.

Karyawan mesti mendownload aplikasi bernama HRIS Geoattendance tersebut agar dapat melakukan absensi, dengan menginput lokasi dan swafoto. Sehingga karyawan tidak mesti menyentuh finger print yang diketahui dapat menjadi media penularan. (*)

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved