Breaking News:

RILIS

HIPMI Apresiasi Kementan Keluarkan RIPH Guna Amankan Stok dan Stabilkan Harga

Kementerian Pertanian RI ( Kementan ) melakukan berbagai upaya dalam stabilisasi harga

Editor: Edi Sumardi
DOK PRIBADI
Kompartemen Tanaman Pangan BPP HIPMI, Tri Febrianto 

Upaya Menjaga Stok Gula di Pasar

Buyung pun memberikan apresiasi upaya Kementan yang berkomitmen memacu pertumbuhan industri gula untuk memenuhi pasar domestik.

"Impor gula sudah tidak membutuhkan rekomendasi Kementan sesuai keputusan Menko Perekonomian. Bahkan 495 ribu ton mestinya sudah masuk dari januari, karena ijinnya cukup dari Kemendag," katanya menegaskan.

"Sehingga semestinya Kemendag mempercepat proses impor gula untuk menjaga kondusivitas ekonomi nasional," kata Buyung.

Berdasarkan data dari Kementerian Perindustrian RI ( Kemenperin ) tercatat bahwa PI yang diterbitkan tahun 2020, merekomendasikan beberapa perusahaan untuk melakukan impor.

Di antaranya PT Kebun Tebu Mas mendapat volume impor sebesar 35 ribu ton, PT Adikarya Gemilang sebesar 30 ribu ton, PT Kebon Agung sebesar 21.422 ton, PT Rejoso Manis Indo sebesar 20 ribu ton, PT Prima Alam Gemilang sebesar 50 ribu ton.

Selain itu juga, PT Gendhis Multi manis mendapat volume sebesar 29.750 ton, PT Sukses Mantap Sejahtera sebesar 20 ribu ton, serta PT Madu Baru sebesar 10 ribu ton.

Namun, nyatanya meski rekomendasi sudah dikeluarkan Kemenperin pada bulan Januari, realisasi impor sampai dengan Maret 2020 hanya mencapai 30 ribu ton, dikarenakan adanya keterlambatan penerbitan PI Kemendag.

Hingga Per tanggal 18 Maret 2020, Kemendag mengambil keputusan untuk mengambil kebijakan impor gula, bahkan juga akan membebaskan persetujuan izin impor untuk komoditas bawang putih dan bawang bombay hingga 31 Mei 2020.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved