Bedah Novel Anak Dara Mulampekke di UIN

Fenomena kehidupan anak muda saat ini, melatar belakanginya menulis novel Anak Dara Mulampekke.

desi triana aswan/tribun-timur.com
Penulis novel Anak Dara Mulampekke foto bersama usai launching novel di LT Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Jl HM Yasin Limpo, Kamis (12/3/2020) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Launching dirangkaikan dengan bedah novel Anak Dara Mulampekke digelar di LT Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Jl HM Yasin Limpo, Kamis (12/3/2020).

Bertema Berbincang Pergeseran Budaya Siri di Tanah Bugis. Bedah novel oleh Dosen Sastra Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Dr Rosma Tami SAg MSc MA, Peneliti Kebudayaan Sulsel, Syamsurijan Adhan, dan Pengurus KNP Sulsel, Sofyan Thamrin.

Novel karangan Mutmainnah Syam ini mengupas pergeseran budaya Bugis. 

Mutmainnah Syam merupakan mahasiswa magister Hukum Tatanegara Universitas Hasanuddin.

Fenomena kehidupan anak muda saat ini, melatar belakanginya menulis novel Anak Dara Mulampekke.

Menurutnya, saat ini anak muda khususnya kaum wanita sudah tak memperdulikan nilai-nilai budaya yang begitu menjunjung tinggi rasa malu atau budaya bugis 'siri'.

Dari prespektif sastra, Dr Rosma Tami mengatakan meski novel ini masih memiliki beberapa kekurangan dalam segi penulisan namun memiliki ciri khas tersendiri.

"Terlihat dari gaya bahasa yang digunakan, menggunakan logat Bugis Makassar. Bagi pembaca Sulsel ini pasti mudah di cerna," jelasnya.

Ia juga menyebutkan novel tersebut mampu menculik jiwanya untuk masuk ke dalam suasana yang diciptakan penulis.

"Karangan fiksi yang saya sebut sastra populer mudah dibaca dan mudah di mengerti, terlebih membahas budaya yang begitu dekat dengan kita," tuturnya.

Halaman
123
Penulis: Desi Triana Aswan
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved