Jembatan Bojo Jebol

Ketua PPP Sulsel Tinjau Perbaikan Jembatan Bojo Barru yang Jebol

Jembatan Bojo berlokasi di Kelurahan Bojo Baru, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, jalan trans Sulsel.

Ketua PPP Sulsel Tinjau Perbaikan Jembatan Bojo Barru yang Jebol
darullah/tribunbarru.com
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulawesi Selatan (Sulsel), H Muhammad Aras meninjau progres perbaikan jembatan Bojo, Kabupaten Barru, Jumat (6/3/2020). 

TRIBUNBARRU.COM, BOJO - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulawesi Selatan (Sulsel), H Muhammad Aras meninjau progres perbaikan jembatan Bojo, Kabupaten Barru, Jumat (6/3/2020).

Peninjauan ini yang kedua kalinya. Sebelumnya, dia meninjau pada 15 Februari 2020.

Salah satu segmen jembatan Bojo jebol pada Kamis (13/2/2020). Hingga kini masih dalam tahap observasi.

Jembatan Bojo berlokasi di Kelurahan Bojo Baru, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, jalan trans Sulsel.

M Aras adalah anggota DPR RI daerah pemilih Sulsel II meliputi Maros, Pangkep, Barru, Pare-pare, Bone, Soppeng, Wajo, Bulukumba, dan Sinjai.

Dalam peninjauannya Muhammad Aras mengatakan, dari hasil observasi, jembatan Bojo ini ternya tidak memungkinkan untuk diperbaiki hanya pada segmen yang jebol saja.

Sehingga perlu dilakukan pembongkaran dan pembaharuan pada landasan jembatan tersebut.

"Tentu kedepannya kita inginkan jembatan bojo ini bisa menahan tonase yang lebih berat. Ini jalan trans nasional yang menghubungkan Makassar-Parepare, bahkan sampai Manado," ujarnya.

Mumpung jembatan ini dikerjakan, kata dia, kita tuntaskan dari ujung hingga ujung. Sehingga tidak ada lagi keraguan tentang keadaan jembatan ini membahayakan masyarakat atau tidak.

"Dari perhitungan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), jembatan ini bisa diselesaikan beberapa bulan kedepan. Tapi harapan kami bisa selesai sebelum puncak arus mudik nanti," harapnya.

"Jangan sampai pada saat puncak arus mudik masih belum selesai juga. Puncak lalu lintas itu pada bulan puasa dan Lebaran Idul Fitri," paparnya.

"Kalau di puncak arus lalu lintas masih menggunakan jalur yang disebelah, tentu akan padat dan antrian mobil akan panjang disini," tandasnya.

Sementara PPK 3,3 Kabupaten Pangkep, Barru, Parepare, Rahmat Fadjar mengatakan bahwa sejauh ini masih dalam tahap evaluasi terkait sejauh mana kerusakan jembatan ini.

"Pihak Wika sudah bergerak cepat melakukan evaluasi-evaluasi di penyambungan segmen. Kami masih menunggu keputusan antara pihak Wika dan Kepala Balai," ujarnya.

"Kami selaku PPK hanya eksekutor di lapangan. Kami juga masih sementara menunggu kebijakan dari pusat," imbuhnya.

Penulis: Darullah
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved