Canda Saudagar Bugis Makassar
Kapolda Sulsel Mas Guntur Laupe Juga Suka Pandangi Bokong, Bahkan Pernah Jadi Pengamat Bokong
Laiknya Canda Saudagar Bugis Makassar, canda Mas Guntur Laupe dinilai mendidik.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - JangaN kaget kalau Kapolda Sulsel Irjen Pol Mas Guntur Laupe tiba-TIBA mengaku suka memandangi bokong (maaf,pantat) montok.
Pengakuan teranyar itu disampaikan Mas Guntur Laupe di sela sidak Sidrap, Jumat (6/3/2020).
Di ruang kerja Kapolres Sidrap bersama Mas Guntur Laupe terlibat diskusi dengan Wakil Bupati Sidrap Ir Mahmud Yusuf, Kapolres Sidrap AKBP Leonardo Pandji Wahyudi, dan wartawan senior Mulawarman.
“Saya juga kebetulah sedang berada di kampung dan mengetahui kedatangan Mas Guntur Laupe ke Sidrap, jadi saya ikut gabung,” ujar Mulawarman via WhatsApp, Jumat malam.
Irjen Pol Mas Guntur Laupe berada di Sidrap dalam kunjungan kerja seharinya di Sidrap. Sehari sebelumnya di Kabupaten Soppeng dan Wajo. Di Sidrap Mas Guntur Laupe yang kelahiran Parepare itu, meresmikan Masjid Al-Ihlas Polres Sidrap.
“Untuk tahu kadar lemak dan air seekor sapi Leumusion atau sapi BF (sapi dari Australia), sapi Kupang, dan sapi putih (Sapi Bali), cukup melihat atau memandangi seberapa montok bokong sapi itu,” kata Mas Guntur Laupe kepada ketiga rekan diskusinya.
Laiknya Canda Saudagar Bugis Makassar, canda Mas Guntur Laupe dinilai mendidik. “Dan kalau kita mau tahu persisnya seberapa banyak kadar lemak dan kadar air sapi, cukup pegang-pegang itu bokong,” ungkap Mas Guntur Laupe diiringi tawa.
Pengetahuan soal bokong itu tidak datang begit saja. Mas Guntur Laupe mengaku tahu dan paham seluk beluk bokong karena pernah terjun di bisnis sapi di Jakarta. Dia juga pernah mengunjungi pusat peternakan sapi di Australia dan Selandia Baru.
Soal bokong itu, itu dibenarkan oleh Mulawarman yang juga pernah pula terjun di bisnis sapi di Jakarta.
“Kalau saya mau tau persis kadar air dan lemak Sapi apapun, cukup tepuk-tepuk bokong Sapi itu,” ujar Mulawarman yang pernah menjadi pemasok sapi untuk Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Cakung Jakarta Timur milik PT Dharma Jaya Perusda Pemprov DKI Jakarta.
Diskusi sapi itu jadi fokus pada bokong. “Memang untuk mengetahui sapi itu gemuk atau tidak, maka mesti melihat bokong,” kata Mulawarman.
Diskusi semakin seru. Suara tawa semakin membahana.
Di akhir diskusi, Mas Guntur Laupe menyoroti matinya Pusat Peternakan Sapi Bila Sidrap yang pernah berjaya membawa Sulsel dikenal sebagai pemasok atau pengirim sapi untuk daerah Indonesia timur di tahun 1990-an.
Mas Guntur meminta Pemkab Sidrap menghidupkan kembali pusat peternakan sapi di daerah Bila Kecamatan Pitu Riase Sidrap.
Sebelumnya dalam pengarahan kepada jajaran Polres Sidrap, Mas Guntur Laupe, meminta Polres Sidrap merubah paradigma polisi dilayani, menjadi polisi melayani rakyat.
“Saya beharap kasus narkoba menjadi perhatian serius Polres Sidrap, karena narkoba masih menjadi masalah utama dan serius di Sidrap ini. Buktinya, 80 persen tahanan Kapolres adalah mereka yg terlibat kasus Narkoba. Sisanya 20 persen kejahatan lain,” jelas Mas Guntur Laupe.(*)