Besok, LKMP FH Unhas Bahas Kasus Warga Polman yang Tewas Dimassa di Papua

Kegiatan ini dilaksanakan di Kedai Kopi Tea, Bumi Tamalanrea Permai (BTP), Kecamatan Tamalanrea, Makassar mulai pukul 20.00 Wita.

Kaswadi/tribun-timur.com
Lembaga Kajian Mahasiswa Pidana (LKMP) Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (FH-UH) akan menggelar Ngobrol Pidana (Ngopi), Jumat (6/3/2020). 

Laporan Wartawan Magang Tribun, Kaswadi Anwar

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Lembaga Kajian Mahasiswa Pidana (LKMP) Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (FH-UH) akan menggelar Ngobrol Pidana (Ngopi), Jumat (6/3/2020).

Kegiatan ini dilaksanakan di Kedai Kopi Tea, Bumi Tamalanrea Permai (BTP), Kecamatan Tamalanrea, Makassar mulai pukul 20.00 Wita.

Pada Ngopi kali ini, LKMP FH-UH mengusung tema "Main Hakim Sendiri, Bagaimanakah Pencegahan dan Penegakan Hukumnya?"

"Tema ini kami pilih melihat tindakan main hakim sendiri yang sering dilakukan masyarakat akhir-akhir ini," kata Rachmat Setyawan, salah satu pembicara kegiatan tersebut saat dihubungi tribun-timur.com via WhatsApp, Kamis (5/3/2020) malam.

Sarjana Hukum Unhas ini mencontohkan kasus Yus Yunus, warga Polewali Mandar, Sulawesi Barat, yang menjadi korban main hakim sendiri berujung kematian di Dogiyai, Papua, pada Minggu (23/2/2020).

Yus Yunus meninggal setelah diamuk massa karena dituduh menabrak pengendara motor dan babi.

Selain Yus Yunus, kasus serupa menimpa M Alzahra alias Joya pada tahun 2017.

Joya dituduh mencuri amplifier di Musala Al-Hidayah, Desa Hurip Jaya, Kecamatan Babelan, Bekasi.

Zoya harus meregang nyawa dengan cara dibakar hidup-hidup.

Menariknya dari kedua kasus tersebut, kata dia, mereka berdua adalah korban dari tindakan main hakim sendiri yang dilakukan masyarakat tanpa disertai bukti.

"Joya dan Yus Yunus adalah korban main hakim sendiri. Dan setelah dilakukan klarifikasi ternyata dinyatakan tidak bersalah," tutur pemuda 23 tahun ini.

Dengan Ngopi, jelasnya, ditemukan jawaban bagaimana sebenarnya proses penegakan hukum menyangkut aksi main hakim sendiri yang kerap dilakukan oknum masyarakat.

Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved