Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Forum Rektor Penguat Karakter Bangsa

Rektor UMI Bersama Forum Rektor Penguat Karakter Bangsa Hadiri Pertemuan dengan Wapres

Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Prof Basri Modding menghadiri pertemuan dengan Wakil Presiden RI, Ma'ruf Amin.

Penulis: Wahyu Susanto | Editor: Hasriyani Latif
Humas UMI
Anggota Forum Rektor Penguat Karakter Bangsa saat bertemu dengan Wapres RI, Ma'ruf Amin di Istana Negara Jakarta, Senin (2/3/2020). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Prof Basri Modding menghadiri pertemuan dengan Wakil Presiden (Wapres) RI, Ma'ruf Amin.

Pertemuan dilaksanakan di Istana Negara, Jakarta, Senin (2/3/2020).

Dalam pertemuan itu, Prof Basri Modding tergabung dalam Forum Rektor Penguat Karakter Bangsa.

Forum ini diisi oleh para pimpinan perguruan tinggi dengan total anggora 21 PTS termasuk UMI.

"Sebelumnya kami telah duduk bersama membahas isu-isu strategi penguatan karekter bangsa di lembaga pendidikan untuk kami sampaikan ke Wakil Presiden RI," ujar Prof Basri Modding, Rabu (4/3/2020).

UMI sendiri menjadi satu-satunya Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se Indonesia yang bergabung dalam forum ini.

Prof Basri Modding menegaskan pihaknya sangat komitmennya sebagai lembaga pendidikan dan dakwah yang mengedepankan pendidikan karakter dalam pembinaan mahasiswanya.

Sementara itu, Ketua Pembina YW UMI, Prof Dr H Mansyur Ramly mengatakan kehadiran Rektor UMI sebagai satu-satunya PTS dari 21 Perguruan Tinggi se-Indonesia pada forum itu karena beberapa alasan.

Selain UMI telah dikenal sebagai PTS terbaik dengan akreditasi ‘A’, UMI juga dikenal sebagai pelopor pembentukan karakter bangsa melalui program unggulan dengan pencerahan qalbu di Pesantren Darul Mukhlisin UMI Padanglampe.

"UMI telah memiliki pengalaman dan telah melaksanakan program pembentukan karakter," ujarnya.

Apalagi kata dia, UMI satu-satunya PTS yang diundang untuk mempresentasikan program pendidikan karakter berbasis pesantren di depan PTN/PTS SE Indonesia oleh Kemenristek Dikti.

"Jadi kami sangat bersyukur dengan pencapaian ini. Kami akan terus berkomitmen mengembangkan program-program berbasis keislaman," katanya.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, @wahyususanto_21

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved