Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Virus Corona

Jokowi Umumkan 2 Warga Indonesia Positif Corona: Rupiah Anjlok hingga Rp 14.375 per Dollar AS

Jokowi Umumkan 2 Warga Indonesia Positif Corona: Rupiah Anjlok hingga Rp 14.375 per Dollar AS

Editor: Hasrul
Kolase Tribun Timur
Jokowi Umumkan 2 Warga Indonesia Positif Corona: Rupiah Anjlok hingga Rp 14.375 per Dollar AS 

TRIBUN-TIMUR.COM - Jokowi Umumkan 2 Warga Indonesia Positif Corona: Rupiah Anjlok hingga Rp 14.375 per dollar AS

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS masih melanjutkan pelemahan pada awal perdagangan di pasar spot pada Senin (2/3/2020).

Mengutip data Bloomberg, pada pukul 08.42 WIB rupiah dubuka pada level Rp 14.375 per dollar AS atau melemah 0,40 persen dibanding penutupan Jumat Rp 14.318 per dollar AS.

VIDEO: Perkembangan Terbaru Virus Corona, 67 Negara Terinfeksi, 3.000 Orang Meninggal Dunia

ADA APA? Satgas Anti Mafia Bola Ternyata Awasi Pertandingan Persib Bandung vs Persela Lamongan

Kepala Riset dan Edukasi PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, wabah virus Corona masih menjadi headline dan sentimen negatif yang mengancam pergerakan rupiah.

"Untuk aset berisiko pada awal pekan ini, termasuk rupiah berpotensi tertekan lagi," kata Ariston kepada Kompas.com.

Menurut dia, ada banyak berita yang menginformasikan penambahan orang terinfeksi di luar China dengan laju yang cepat seperti di Korea, Italia dan Iran, dan ada negara baru yang terinfeksi.

 

Tak hanya pada rupiah, sentimen virus Corona juga menerjang pegerakan bursa saham Asia.

Para investor cenderung memgalihkan asetkan ke aset yang lebih aman, sehingga aset aman bakal terdongkrak nilainya.

"Indeks saham Asia terlihat dibuka negatif pagi ini. Pasar masih tertarik mengalihkan aset ke aset aman," jelasnya.

Sementara itu, dari sentimen eksternal, Yield Obligasi pemerintah AS terus turun ke level terendah baru di 1,027 perae karena tingginya permintaan.

Pasar juga mengantisipasi buruknya data indeks aktivitas manufaktur China bulan Februari. Data berpotensi menunjukkan aktivitas manufaktur China akan berkontraksi.

"Kontraksi manufaktur di China bisa memberikan dampak negatif ke negara partnernya terutama penyedia bahan baku" ungkap Ariston.

Ariaton memproyeksikan rupiah hari ini akan bergerak pada kisaran Rp 14.100 per dollar AS sampai dengan Rp 14.400 per dollar AS.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Masih Dibayangi Corona, Rupiah Lanjutkan Pelemahan"

Dua Warga Indonesia Positif Corona

Presiden Joko Widodo mengumumkan adanya dua orang di Indonesia yang positif terjangkit virus Corona.

Menurut Jokowi, dua WNI itu tersebut sempat kontak dengan warga negara Jepang yang datang ke Indonesia. Warga Jepang itu terdeteksi virus corona setelah meninggalkan Indonesia dan tiba di Malaysia.

Tim Kemenkes pun melakukan penelusuran.

"Orang jepang ke Indonesia bertamu siapa, ditelusuri dan ketemu. Ternyata orang yang terkena virus Corona berhubungan dengan dua orang, ibu 64 tahun dan putrinya 31 tahun," kata Jokowi.

Fakta-fakta Pemeran Video Panas Calon Pengantin, Bekerja di DPRD Disebar Kekasih di Dispora Sulbar

"Dicek dan tadi pagi saya dapat laporan dari Pak Menkes bahwa ibu ini dan putrinya positif corona," tutur Presiden.

Namun, Jokowi belum mau mengungkapkan ibu dan anak itu berada di daerah mana. Ia hanya memastikan keduanya di Indonesia.

"Di indonesia. Sudah di rumah sakit," kata Jokowi.

Diungkap Anies Baswedan, Ternyata Ada 115 Warga Jakarta Dipantau & 32 Diawasi Terkait Virus Corona

Inilah cara Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mencegah wabah Virus Corona di Jakarta Ibu Kota Republik Indonesia.

Gubernur Anies Baswedan mengatakan Pemrov DKI Jakarta sedang bekerja intens mencegah wabah menular Virus Corona yang dilaporkan sudah menyerang berbagai Negara di belahan dunia.

 

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, angkat bicara soal virus corona atau COVID-19.

Dia mengatakan, terdapat 115 orang di Jakarta yang dipantau kesehatannya terkait dugaan terpapar COVID-19. 

Sementara, kata dia, 32 orang di Jakarta sedang dalam pengawasan perihal dugaan terpapar COVID-19.

"Sampai saat ini, selama satu bulan lebih, di DKI ada 115 orang yang dalam pemantauan dan ada 32 orang pasien dalam pengawasan," kata Anies, saat diwawancarai awak media, setelah perayaan HUT ke-101 Damkar, di Jakarta Pusat, Minggu pagi (1/3/2020).

Dia melanjutkan, orang-orang yang diduga terpapar COVID-19 ini telah sesuai dengan kriteria yang dirujuk Kementerian Kesehatan RI.

Karenanya, Anies menyebut Instruksi Gubernur (Ingub) soal COVID-19 sebagai bentuk menanggapi virus tersebut.

"Kami sudah menyiapkan dan mengeluarkan instruksi gubernur untuk menyikapi corona virus yang terjadi di luar indonesia," jelas dia.

 

VIDEO: Suasana Rumah Duka Pasangan Lansia Ditemukan Tewas di Sungai Akung Toraja Utara

"Karena dalam beberapa hari ini, ada lebih dari sepuluh negara yang mengumumkan kasus Corona virus pertama di negara mereka," sambungnya.

Dua dari sepuluh negara tersebut, kata Anies, yaitu Selandia Baru dan Nigeria.

"Instruksi gubernur bagian dari kewaspadaan dan persiapan kita jika terjadi kasus corona virus di Jakarta," tambahnya.

Kendati begitu, dia menyebut COVID-19 ini merupakan virus yang mematikan.

"COVID-19 ini sesuatu yang harus kita antisipasi secara serius," tutup dia.

Bentuk Tim

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga membentuk tim khusus guna menangani virus corona atau COVID-19.

"Saat ini kami sedang dalam proses pembentukan tim tanggap COVID-19," kata Anies Baswedan.

Tim khusus besutan Pemprov DKI ini, lanjutnya, akan dipimpin Asisten Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekda DKI Jakarta, Catur Laswanto.

"Tim ini diketuai Asisten Kesra, nantinya akan menjadi pusat kendali untuk pemantauan, pencegahan, dan penanggulangan COVID-19," beber Anies.

Pemprov DKI Jakarta juga bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI.

Begitu juga dengan instansi pemerintahan lainnya.

ADA APA? Satgas Anti Mafia Bola Ternyata Awasi Pertandingan Persib Bandung vs Persela Lamongan

"Kita juga melibatkan stakeholder lain di Jakarta untuk mengantisipasi pontensi wabah COVID-19," ucap dia.

Anies Baswedan menyebut, hal ini dilakukan secara cepat lantaran Jakarta merupakan pintu gerbang Indonesia kedatangan orang asing.

"Kami bergerak cepat antisipasi, karena Jakarta adalah pintu gerbang Indonesia kedatangan orang interaksi dunia internasional, porsi terbesarnya ada di Jakarta," jelas dia.(*)

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "BREAKING NEWS: Jokowi Umumkan Dua Orang di Indonesia Positif Corona

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved