Bawaslu

Anggota Bawaslu dan DKPP Ikuti Raker di Toraja Utara, Bahas Pelaksanaan Pilkada

Anggota Bawaslu RI Divisi Pengawasan dan Sosialisasi, Mochammad Afifuddin hadir sebagai narasumber dan membuka raker.

Penulis: Risnawati M | Editor: Sudirman
Risnawati / Tribun Timur
Mochammad Afifuddin bersama Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggaraan Pemilu (DKPP) RI, Prof Dr Muhammad sebagai narasumber pada Raker Pelaksanaan Pengawasan Pemilihan dalam rangka Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Toraja Utara tahun 2020 di Heritage Hotel, Kecamatan Kesu. / foto Risnawati 

TRIBUNTORAJA.COM, KESU - Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, menghadiri Rapat Kerja (Raker), pelaksanaan pengawasan pemilihan bupati Toraja Utara tahun 2020, di Heritage Hotel, Kecamatan Kesu.

Anggota Bawaslu RI Divisi Pengawasan dan Sosialisasi, Mochammad Afifuddin hadir sebagai narasumber dan membuka raker.

Turut hadir pula Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggaraan Pemilu (DKPP) RI, Prof Dr Muhammad sebagai narasumber.

Kedua pimpinan lembaga nasional itu didampingi tiga Anggota Bawaslu Sulawesi Selatan, Amrayadi, Syaiful Jihad, dan Asradi.

Anggota Bawaslu, Mochammad Afifuddin mengatakan, setelah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) bahwa Panwaslu menjadi Bawaslu, maka tidak ada lagi perdebatan mengagas Pilkada secara kelembagaan Panwaslu adalah Bawaslu.

"Ada tiga kewenangan secara sederhana, yaitu kita lakukan pencegahan dan tidak boleh menjebak peserta pemilu," ujarnya, Sabtu (29/02/2020).

Kata Mochammad, pencegahan harus dimaksimalkan agar meringankan ketika ada pihak melakukan pelanggaran.

"Diminta harus konsisten, bagaimana dicegah, kerja produktif adalah kerja Bawaslu karena sekarang ini orang terlihat jadi pemenang dari pada peserta," pesannya.

Mochammad meminta agar tugas pengawas pemilu lebih dekat dengan masyarakat, dan cara menyampaikannya agar berhati-hati.

Menurutnya, kewenangan pengawasan dan pencegahan melalui tahapan dan sebentar lagi pemutakhiran serta verifikasi jalur perseorangan.

"Kita harus berbagi peran dan tugas, jika ada yang ragu dilapangan kordinasi dengan teman dan konsultasi ke Bawaslu kabupaten," jelas Mochammad.

Ia meminta jangan sampai penyelenggara dari bawaslu dapat merugikan orang lain, dan perlu saling jaga bagaimana di Indonesia punya penyelenggara pemilu yang baik.

"Jangan sampai pilkada memecah kita, dan tahapan kampanye adalah tahapan paling rumit. Mari patroli anti politik uang di masa tenang yang akan dilakukan jajaran Panwascam," tutup Mochammad.

Ketua DKPP RI, Prof Muhammad juga hadir membawakan materi mengenai integritas penyelenggara Pemilu setelah pembukaan dan mengingatkan aturan penyelenggaraan. (*)

Laporan Wartawan TribunToraja.com, @cinnank17

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

(*)

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved