5 Fakta Denny Caknan, Teman Duet Tiara di Grand Final Indonesian Idol Nyanyikan Lagu Campur Sari
Pada malam grand final Indonesian Idol 2020 part 1, penampilan Tiara dan Denny Caknan menarik perhatian.
Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Anita Kusuma Wardana
Instagram
5 Fakta Denny Caknan, Teman Duet Tiara di Grand Final Indonesian Idol Nyanyikan Lagu Campur Sari
TRIBUNTIMURWIKI.COM- Pada malam Grand Final Indonesian Idol 2020 part 1, penampilan Tiara dan Denny Caknan menarik perhatian.
Keduanya membawakan lagu Kertonyono Medot Janji yang merupakan lagu campur sari.
Lagu tersebut cukup populer dan membuat satu studio ikut bergoyang termasuk para juri Indonesian Idol 2020.
Duet ini akan menampilkan finalis dari Jember, Tiara Anugrah dengan penyanyi campur sari asal Ngawi, Denny Caknan.
Lagu tersebut cukup populer dan membuat satu studio ikut bergoyang termasuk para juri Indonesian Idol 2020.
Duet ini akan menampilkan finalis dari Jember, Tiara Anugrah dengan penyanyi campur sari asal Ngawi, Denny Caknan.
Lalu, siapa sebenarnya Denny Caknan yang berduet dengan Tiara.
Berikut fakta selengkapnya dilansir dari surya.co.id:
Berikut fakta-faktanya:
1. Viewers nya 118 juta
Denny Caknan dikenal luas setelah tembang "Kartonyono Medot Janji" viral.
Lagu tersebut sukses membuat Sobat Ambyar, sebutan fans penyanyi Didi Kempot, ikut terlarut dan menggemari sosok Denny.
Pria bernama asli Denny Setiawan tersebut tidak menyangka respon publik bisa seperti itu.
Apalagi video musiknya sudah mendapat lebih dari 51 juta views di YouTube dalam waktu 4 bulan.
Hingga Februari 2019 jumlah viewers lagu ini mencapai 118.320.995 kali.
"Saya kaget responnya sangat positif, bisa ditonton sebanyak itu," ungkap Denny saat ditemui Tribunjogja.com di sela-sela mengisi FixFunFest 2019 di Sleman City Hall, Minggu (29/09/2019).
2. Terinspirasi Didi Kempot
Musik rupanya bukan bidang asing bagi Denny.
Sebelumnya ia sudah mencoba membagikan musik karyanya ke publik.
Saat itu ia berfokus pada aliran pop, namun responnya kurang baik.
"Dulu pernah bikin lagu pop. Ada 3 atau 4 lagu, tapi tidak laku," katanya pemuda warga Jalan Basuki Rahmat, Karanggeneng, Ngawi ini.
Denny Caknan tak mau menyerah, ia kemudian mulai berpikir untuk meramu lagu yang lebih bisa diterima di telinga masyarakat. Genre pop ia tinggalkan dan beralih ke genre lagu Jawa.
Keputusan Denny Caknan banting setir genre musik ternyata tepat. Lagu Kartonyono Medhot Janji benar-benar viral di dunia maya.
Lagu ini juga banyak dicover dalam berbagai versi.
"Didi Kempot adalah sosok yang paling menginspirasi dari karya-karya saya," katanya.
Lagu Kartonyono Medot Janji terinspirasi dari keberadaan Tugu Kartonyono baru di Ngawi yang rampung dibangun kala itu.
"Lagu itu sumbernya dari curhatan teman. Selebihnya saya menghayal sendiri, karena juga pernah mengalami patah hati," ujarnya sambil tersenyum.
Lewat keluh-kesah teman-temannya itulah ia kemudian mulai menulis lirik lagu Kartonyono Medot Janji.
3. Hidupnya berubah
Pria berusia 24 tahun ini mengaku ada perubahan yang besar terjadi dalam hidupnya sejak lagu karyanya tersebut terkenal.
Denny pun bercerita pernah diminta foto bersama oleh seorang penggemar.
Padahal saat itu ia masih bekerja secara lepas di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ngawi.
Saat berkerja, mendadak ada sebuah mobil yang menghampirinya.
"Tiba-tiba datang minta foto, padahal waktu itu tangan kaki saya kotor kena lumpur. Wahh, saya sudah terkenal ini," katanya.
Meskipun demikian ia tetap meladeni permintaan tersebut.
"Alhasil saya harus berfoto bersama dengan kondisi kaki berlumpur di mana-mana," tutur Denny sambil tertawa.
Kini, Denny Caknan sudah keluar dari tempatnya bekerja dulu. Ia mantap memilih jalan menjadi seorang musisi.
Dan setelah menjadi orang terkenal, kini ia sibuk tampil dari panggung ke panggung, dari kota satu ke kota yang lain.
Ada lagi kisah saat ia manggung di Yogyakarta.
Ia ingat ada seorang penggemarnya yang tampak begitu mendalami lagu karyanya tersebut.
Menurut Denny, penggemarnya itu sampai menangis saat menyaksikan dirinya di atas panggung.
"Saya takjub, soalnya dia benar-benar sampai menangis," ucapnya.
4. Karya lain
Saat ini Denny sepenuhnya memilih terjun ke bidang musik.
Selain Kartonyono Medot Janji, dua lagu sudah dihasilkan dan dipublikasikan.
Antara lain Sampe Tuek dan Sugeng Dalu.
Kedua video musiknya pun saat ini sudah ditonton lebih dari jutaan orang di YouTube.
Denny mengungkapkan akan menelurkan satu album karyanya.
Tiga lagu tersebut juga dipastikan akan muncul dalam album tersebut.
"Nanti tunggu saja pengumuman rilisnya," kata Denny sambil tersenyum.
5. Nangis di panggung
Khusus di Yogyakarta, Denny Caknan mengaku punya kenangan tersendiri terhadap para pengemarnya. Sambil mengingat-ingat, ia mengaku sudah 3 kali tampil di Kota Gudeg.
Momen saat kali pertama lagu Kartonyono Medhot Janji dilantunkan di Yogyakarta membuatnya menangis di panggung.
"Saya masih ingat betul saat-saat itu. Semua penonton bernyanyi bareng sampai suara saya tak terdengar. Melihat itu saya sampai nangis terharu ndak menyangka," terangnya.
Dan momen Denny Caknan meneteskan air mata ini kembali terulang saat tampil di SCH kemarin.
Ketika intro lagu Kartonyono Medhot Janji, penonton yang saat itu jumlahnya sekitar 20 orang langsung menyanyi bersama.
Denny Caknan yang ikut bernyanyi tampak membalikkan badan memunggungi penonton. Ia mengusap air mata.
Hanya beberapa detik momen itu, ia kembali bergoyang dan bernyanyi bersama para penggemar. Malam itu SCH benar-benar penuh sesak.
"Terimakasih Jogja. Kalian memang selalu luar biasa," katanya berpamitan menutup penampilannya malam itu.(*)
Sebelumnya ia sudah mencoba membagikan musik karyanya ke publik.
Saat itu ia berfokus pada aliran pop, namun responnya kurang baik.
"Dulu pernah bikin lagu pop. Ada 3 atau 4 lagu, tapi tidak laku," katanya pemuda warga Jalan Basuki Rahmat, Karanggeneng, Ngawi ini.
Denny Caknan tak mau menyerah, ia kemudian mulai berpikir untuk meramu lagu yang lebih bisa diterima di telinga masyarakat. Genre pop ia tinggalkan dan beralih ke genre lagu Jawa.
Keputusan Denny Caknan banting setir genre musik ternyata tepat. Lagu Kartonyono Medhot Janji benar-benar viral di dunia maya.
Lagu ini juga banyak dicover dalam berbagai versi.
"Didi Kempot adalah sosok yang paling menginspirasi dari karya-karya saya," katanya.
Lagu Kartonyono Medot Janji terinspirasi dari keberadaan Tugu Kartonyono baru di Ngawi yang rampung dibangun kala itu.
"Lagu itu sumbernya dari curhatan teman. Selebihnya saya menghayal sendiri, karena juga pernah mengalami patah hati," ujarnya sambil tersenyum.
Lewat keluh-kesah teman-temannya itulah ia kemudian mulai menulis lirik lagu Kartonyono Medot Janji.
3. Hidupnya berubah
Pria berusia 24 tahun ini mengaku ada perubahan yang besar terjadi dalam hidupnya sejak lagu karyanya tersebut terkenal.
Denny pun bercerita pernah diminta foto bersama oleh seorang penggemar.
Padahal saat itu ia masih bekerja secara lepas di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ngawi.
Saat berkerja, mendadak ada sebuah mobil yang menghampirinya.
"Tiba-tiba datang minta foto, padahal waktu itu tangan kaki saya kotor kena lumpur. Wahh, saya sudah terkenal ini," katanya.
Meskipun demikian ia tetap meladeni permintaan tersebut.
"Alhasil saya harus berfoto bersama dengan kondisi kaki berlumpur di mana-mana," tutur Denny sambil tertawa.
Kini, Denny Caknan sudah keluar dari tempatnya bekerja dulu. Ia mantap memilih jalan menjadi seorang musisi.
Dan setelah menjadi orang terkenal, kini ia sibuk tampil dari panggung ke panggung, dari kota satu ke kota yang lain.
Ada lagi kisah saat ia manggung di Yogyakarta.
Ia ingat ada seorang penggemarnya yang tampak begitu mendalami lagu karyanya tersebut.
Menurut Denny, penggemarnya itu sampai menangis saat menyaksikan dirinya di atas panggung.
"Saya takjub, soalnya dia benar-benar sampai menangis," ucapnya.
4. Karya lain
Saat ini Denny sepenuhnya memilih terjun ke bidang musik.
Selain Kartonyono Medot Janji, dua lagu sudah dihasilkan dan dipublikasikan.
Antara lain Sampe Tuek dan Sugeng Dalu.
Kedua video musiknya pun saat ini sudah ditonton lebih dari jutaan orang di YouTube.
Denny mengungkapkan akan menelurkan satu album karyanya.
Tiga lagu tersebut juga dipastikan akan muncul dalam album tersebut.
"Nanti tunggu saja pengumuman rilisnya," kata Denny sambil tersenyum.
5. Nangis di panggung
Khusus di Yogyakarta, Denny Caknan mengaku punya kenangan tersendiri terhadap para pengemarnya. Sambil mengingat-ingat, ia mengaku sudah 3 kali tampil di Kota Gudeg.
Momen saat kali pertama lagu Kartonyono Medhot Janji dilantunkan di Yogyakarta membuatnya menangis di panggung.
"Saya masih ingat betul saat-saat itu. Semua penonton bernyanyi bareng sampai suara saya tak terdengar. Melihat itu saya sampai nangis terharu ndak menyangka," terangnya.
Dan momen Denny Caknan meneteskan air mata ini kembali terulang saat tampil di SCH kemarin.
Ketika intro lagu Kartonyono Medhot Janji, penonton yang saat itu jumlahnya sekitar 20 orang langsung menyanyi bersama.
Denny Caknan yang ikut bernyanyi tampak membalikkan badan memunggungi penonton. Ia mengusap air mata.
Hanya beberapa detik momen itu, ia kembali bergoyang dan bernyanyi bersama para penggemar. Malam itu SCH benar-benar penuh sesak.
"Terimakasih Jogja. Kalian memang selalu luar biasa," katanya berpamitan menutup penampilannya malam itu.(*)
Follow akun instagram Tribun Timur:
Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/5-fakta-denny-caknan-teman-duet-tiara-di-grand-final-indonesian-idol-nyanyikan-lagu-campur-sari.jpg)