Korban Tabrak Lari

Kematiannya Dianggap Janggal, Jenazah Pemuda Toraja Diautopsi Dokpol Polda Sulsel

Tim Dokpol Polda Sulsel mengautopsi jenazah Gregorius Ferdhy, siswa SMKN 1 Tana Toraja yang ditemukan tewas bersimbah darah di Rantemo

TRIBUN TIMUR/TOMMY PASERU
Tim Urusan Kedokteran Forensik Dokpol Biddokes Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) mengautopsi jenazah Gregorius Ferdhy, siswa SMKN 1 Tana Toraja, Rabu (19/2/2020). 

TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE--Tim Urusan Kedokteran Forensik Dokpol Biddokes Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) mengautopsi jenazah Gregorius Ferdhy, siswa SMKN 1 Tana Toraja yang ditemukan tewas bersimbah darah di Rantemo, Kecamatan Makale Utara, Kabupaten Tana Toraja.

Proses autopsi dilakukan berdasarkan permintaan dari Polres Tana Toraja.

Menggunakan satu unit ambulance, proses autopsi dilakukan di rumah duka Gregorius, Lilik Kira Kecamatan Tondon Siba'ta, Kabupaten Toraja Utara.

Dokpol Biddokes Polda Sulsel juga membawa peralatan kit outopsi dan kit DNA.

"Semoga kasus ini segera terungkap dan keluarga yang berduka dapat diberikan kesabaran," kata Kasat Reskrim Polres Tana Toraja, AKP Jhon Paerunan.

Sebelumnya, siswa SMKN 1 Tator ini ditemukan tewas bersimbah darah di sekitar jalan poros Makale-Rantepao pada Minggu (16/2/2020) dini hari.

Tepatnya di Rantelemo, Kecamatan Makale Utara, Kabupaten Tana Toraja.

Diduga, Gregorius menjadi korban tabrak lari.

Saat ditemukan, pada disekitar mayat korban terdapat sejumlah serpihan kayu.

Juga, pada bagian perut terdapat lobang seperti bekas luka tusukan.

Halaman
12
Penulis: Tommy Paseru
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved