Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Warga Dusun Balosi Maros Syukuran Peresmian Masjid Al-Arafah

Syukuran penggunaan masjid Al-Arfah tersebut dihadiri oleh Ketua MUI Kabupaten Maros, KH Syamsuddin Khalik

Tayang:
Penulis: Nur Fajriani R | Editor: Imam Wahyudi
Prof Dr H Sukardi Weda
Masyarakat menggelar syukuran penggunaan Masjid Al-Arfah di dusun Balosi, Desa Pa'jukukang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros Sulawesi Selatan, Minggu (16/2/2020). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Masyarakat menggelar syukuran penggunaan Masjid Al-Arfah di dusun Balosi, Desa Pa'jukukang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros Sulawesi Selatan, Minggu (16/2/2020).

Syukuran penggunaan masjid Al-Arfah tersebut dihadiri oleh Ketua MUI Kabupaten Maros, KH Syamsuddin Khalik, Ketua DPW LDII Sulawesi Selatan, Dr Ir H Abri, MP beserta jajarannya.

Hadir juga Sekretaris MUI Sulsel, Drs H Renreng Tjolli, MAg, Wakil Ketua Komisi Infokom MUI Sulawesi Selatan, Prof Dr H Sukardi Weda, S.S., MHum, MPd, MSi, MM, MSosI, MAP dan Ketua DPD LDII Maros, Ibnu Rusyd SSi dan jajarannya, utusan dari Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Maros, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

Dr Ir Abri, MP dalam sambutannya mengatakan bahwa masjid ini mulai pembangunannya pada Agustus 2019 dan selesai sekitar bulan Januari 2020.

"Alhamdulillah hanya selesai dalam kurun waktu 6 bulan. Masjid ini dimanfaatkan untuk ibadah dan juga dimanfaatkan untuk kegiatan sosial. Mesjid ini juga memilikitiga fungsi, yaitu fungsi ritual pikir dan fungsi sosial," katanya dalam rilis yang diterina Tribun Timur.

Abri mengapresiasi tim pembangunan masjid yang dengan sigap menyelesaikan pembangunannya dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama.

"Saya juga minta Ketua MUI Maros, KH Syamsuddin Khalik untuk senantiasa dapat memberikan tausyiah kepada jamaah masjid Al-Arfah. Pemanfaatan masjid ini juga dirangkaikan dengan
penyerahan sembako sebanyak 100 paket kepada masyarakat yang membutuhkan," tambahnya.

KH Syamsuddin Khalik meminta kepada jamaah untuk senantiasa menyiapkan catatan khusus dalam kesehariannya, yang akan merekam tentang berapa kali ia berdusta dalam satu hari, kepada siapa saja, termasuk kepada istrinya bagi suami dan kepada suaminya bagi istri, ini untuk instropeksi diri.

"Kalau dapat rezeki langsung ambil kalkulator, tulis 2 persen untuk infak atau sedekah supaya hati ini suci, istri makan suci, anak makan suci, tamupun makan suci," katanya.

Katanya siapa yang menyemarakkan rumahnya Allah, untuk shalat, dzikir, musyawarah, maka akan mendapatkan rahmat dan maghfirah dari Allah SWT.

"Dan bila ingin diakui Allah, maka keluar masuklah masjid, dan yang bicara di masjid adalah kata hati bukan mulut," tegasnya.

KH. Syamsuddin Khalik mengajak jamaah yang hadir untuk membangun budi pekerti yang agung (luhur), serta syukur nikmat, terutama nikmat sehat karena hanya pemerintah yang sehat yang bisa membangun daerahnya.

"Hanya kyai yang sehat yang bisa ceramah, hanya dosen yang baik yang bisa menularkan ilmunya kepada mahasiswanya, dan hanya mahasiswa yang baik yang bisa belajar dengan baik pula" tambahnya.

Ia juga berpesan supaya kita selalu Ikhtiar, berdoa, dan tawakkal dan menambahkan bahwa ibadah itu tidaklah mudah, karena menurutnya ibadah ada werengnya, ada juga hamanya.

"Oleh karena itu, setiap insan supaya memperaktikkan ibadah dengan karena Allah dan melakukannya sesuai dengan sunnah nabi Muhammad SAW. contohnya ibadah haji, cari ilmunya sebelum berangkat, praktikkan ilmunya di Makkah dan Madinah, dan haji mabrur supaya dipraktikkan setelah kembali ke tempat asal," jelasnya.

Kegiatan syukuran dan pemanfaatan masjid Al-Arfah yang dihadiri sekitar 500 orang diakhiri dengan doa bersama dan makan siang bersama.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved