Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Jadi Menteri Jokowi dengan Kinerja Terbaik, Prabowo Subianto Pernah Dikritik Sering ke Luar Negeri

Prabowo Subianto baru saja diumumkan oleh survei Indobarometer menjadi menteri dalam 100 hari kabinet Jokowi - Maruf Amin

Tayang:
Editor: Anita Kusuma Wardana
Tribunnews.com
Jadi Menteri Jokowi dengan Kinerja Terbaik, Prabowo Subianto Pernah Dikritik Sering ke Luar Negeri 

TRIBUN-TIMUR.COM-Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto baru saja diumumkan oleh survei Indobarometer menjadi menteri dalam 100 hari kabinet Jokowi - Maruf Amin yang kinerjanya paling baik.

Bagaimana tanggapan Ketua Umum Partai Gerindra itu?

Melalui juru bicara Kementerian Pertahanan Dahnil Anzar Simanjuntak, Prabowo menyampaikan terima kasih kepada masyarakat atas penilaian positif itu.

"Pak Prabowo tentu berterima kasih kepada masyarakat yang menilai positif kinerja Pak Prabowo melalui survey Indobarometer tersebut," ujar Dahnil saat dihubungi Tribun, Senin (17/2/2020).

Baca: Jokowi Saksikan Jan Ethes Pentas di Hartono Mall, sang Cucu Menangis saat Diajak Pulang Ayahnya

Lebih jauh, mantan Pimpinan Pemuda Muhammadiyah ini mengatakan, hasil survei itu membuktikan Prabowo bekerja fokus di Kementerian Pertahanan tanpa ada kepentingan lain.

"Penilaian itu bisa menjadi cambuk agar beliau bisa bekerja lebih baik dan fokus. Selama ini Pak Prabowo hanya fokus pada tugas-tugas beliau sebagai Menhan bukan yang lain," kata dia.

Diketahui sebelumnya, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menempati urutan pertama menteri yang paling dikenal publik dan mempunyai kinerja bagus.

Hal ini disampaikan Direktur Eksekutif, M. Qodari, pada sesi pemaparan hasil Survei Nasional “Evaluasi Publik dan Isu-isu Nasional Dalam 100 Hari Jokowi-Amin” di Hotel Century Park Senayan, Minggu (16/2/2020) siang.

"Wajar ya, Pak Prabowo (Subianto,-red) paling terkenal. Dia sudah tiga kali nyapres," kata Qodari, di Hotel Century Park Senayan, Minggu (16/2/2020) siang.

Berdasarkan hasil survei dari Indo Barometer, 10 menteri yang paling dikenal oleh publik adalah Prabowo Subianto (18.4%), Sri Mulyani Indrawati (10.6%), Erick Thohir (8.2%).

Baca: Ada 102 Hoaks Virus Corona, Moeldoko: Segera Hentikan!

Kemudian, Mohammad Mahfud MD (7.9%), Nadiem Anwar Makarim (5.3%), Luhut B Panjaitan (5.2%), Tito Karnavian (5%), Moeldoko (3.2%), Edy Prabowo (2.5%), Pramono Anung (2.2%).

Adapun, 10 menteri yang dinilai publik mempunyai kinerja bagus adalah Prabowo Subianto (26.8%). Kemudian Sri Mulyani Indrawati (13.9%), Erick Thohir (12.6%), Mohammad Mahfud MD (7.3%).

Lalu, Nadiem Anwar Makarim (5.2%), Basuki hadi muljono (1.8%), Syahrul yasin Limpo (1.4%), Muhammad Tito Karnavian (1.4%), Muhadjir Effendy (0.9%), dan Luhut B Panjaitan (0.9%).

Belakangan ini, kinerja Prabowo jadi pertanyaan mengingat di Menteri Prabowo salah satu menteri  yang paling sering kunjungan ke luar negeri.

Sering ke Luar Negeri Tapi Dibela Jokowi

Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto merespons kritik Partai Keadilan Sejahtera soal lawatannya ke sejumlah negara sejak dilantik pada Oktober 2019.

Prabowo menyatakan, kunjungannya ke luar negeri itu demi kepentingan negara, utamanya dalam hal alat utama sistem pertahanan (alutsista).

"Memang kita butuh untuk keliling, menjajaki kemungkinan-kemungkinan. Kita harus pelajari alutsista yang ada," ujar Prabowo di DPR, Senayan, Jakarta, Senin (20/1/2020).

Dia menyebutkan, Pemerintah Indonesia perlu mendapatkan dukungan dari negara lain untuk membangun kekuatan pertahanan.

Menurut Prabowo, pemerintah perlu menjajaki peluang agar negara-negara lain mau menjual alutsista mereka kepada Indonesia.

"Kita juga harus minta dukungan dari negara-negara lain karena belum tentu alutsista itu diberi kepada kita untuk dibeli," ucapnya.

Sebelumnya, sejumlah politisi Partai Keadilan Sejahtera ( PKS) mengkritik kunjungan kerja Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang hingga saat itu tercatat sudah ke tujuh negara.

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengingatkan mengenai pesan Presiden Joko Widodo yang sempat menyatakan bahwa kunjungan atau studi ke luar negeri juga bisa dilakukan melalui ponsel.

"Pak Jokowi saat 16 Agustus 2019 lalu mengingatkan agar meminimalkan kunjungan ke luar negeri. Bahkan secara demonstratif beliau menunjukkan via HP-nya, kunjungan luar negeri bisa melalui HP (ponsel). Dunia sudah terkoneksi," kata Mardani kepada wartawan, Jumat (17/1/2020).

Selain itu, kata dia, kunjungan kerja ke luar negeri mesti memiliki tujuan yang jelas.

Mardani berharap ada timbal balik yang setimpal dari kunjungan kerja Prabowo ke tujuh negara itu.

"Kunjungan ke luar negeri monggo saja dilakukan, tetapi mesti dipastikan return on investment-nya jauh lebih baik. Dan semua perlu disampaikan kepada publik secara transparan," ujar dia.

Adapun Juru Bicara Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak, sebelumnya mengatakan, lawatan Prabowo ke tujuh negara sebagai bentuk perhatian khusus terhadap modernisasi alutsista TNI.

"Beliau akan fokus enam bulan ini pada alutsista dan istilahnya ini komponen utama, perhatian khusus beliau terhadap TNI," ujar Dahnil di Kantor Kementerian Pertahanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (16/1/2020).

Dahnil kemudian menegaskan bahwa kepergian Prabowo ke berbagai negara merupakan bagian dari diplomasi pertahanan.

Bahkan, konsentrasi Prabowo itu membuatnya kerap tak menghadiri undangan seremonial.

"Enam bulan ini Pak Prabowo fokus dengan alutsista, makanya banyak undangan macam-macam masuk ke Pak Prabowo untuk hadir ke acara-acara seremonial itu jarang dihadiri," ucap dia.

Presiden Joko Widodo membela Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang tengah dirundung kritik terkait kunjungan kerjanya ke sejumlah negara.

Jokowi menegaskan, kunjungan kerja yang dilakukan Prabowo adalah dalam rangka diplomasi pertahanan.

"Kalau ada yang mempertanyakan Pak Menhan pergi ke sebuah negara, itu adalah dalam rangka diplomasi pertahanan kita, bukan yang lain-lain," kata Jokowi dalam sambutannya pada rapat pimpinan Kementerian Pertahanan 2020, Kamis (23/1/2020) pagi.

Selain diplomasi, Jokowi menyebut kunjungan Prabowo ke berbagai negara itu juga dalam rangka melihat alat utama sistem pertahanan (alutsista) yang akan dibeli oleh Indonesia.

"Bagus atau tidak bagus. Benar atau tidak benar. Bisa digunakan atau tidak bisa digunakan, semua dicek secara detail," ucap Jokowi.

"Dan itu sudah kami diskusikan dengan Pak Menhan, tidak sekali dua kali. Banyak yang enggak tahu," kata dia.

Jokowi justru balik mengkritik pihak-pihak yang mengkritik Prabowo, yang merupakan rivalnya pada Pilpres 2014 dan Pilpres 2019 itu. "Kalau ada yang bertanya belum ngerti urusan diplomasi pertahanan," kata Jokowi.(*)

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Hasil Survei Jadi Menteri dengan Kinerja Terbaik, Prabowo Terima Kasih Kepada Masyarakat

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved