Forum Dosen Tribun

Prof Heri Tahir: Akses Pendidikan di Sulsel Masih Rendah

Hal itu disampaikan menanggapi konsep merdeka belajar yang digagas oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan

Prof Heri Tahir: Akses Pendidikan di Sulsel Masih Rendah
ari/tribun gowa
Dikusi Forum Dosen bertema Merdeka Belajar di Kantor Tribun Timur, Jl Cendrawasih No 430, Kota Makassar, Kamis (13/2/2020). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Akademisi Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof Heri Tahir menilai persoalan pendidikan adalah ketersediaan layanan dan akses pendidikan.

Hal itu disampaikan menanggapi konsep merdeka belajar yang digagas oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim.

Eks Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan UNM ini menjadi salah satu pembicara dalam diskusi Forum Dosen di Kantor Tribun Timur, Jl Cendrawasih No 430, Kota Makassar, Kamis (13/2/2020) sore.

"Pendidikan itu adalah ketersediaan layanan dan akses pendidikan," katanya di hadapan forum dosen.

Heri Tahir menilai, akses pendidikan masih rendah selama lima tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Ia mencontohkan jumlah anak putus sekolah yang masih tinggi di Provinsi Sulawesi Selatan.

"Anak tidak sekolah di Sulsel tinggi. Di kampung saya, Kabupaten Bone mencapai 24 ribu orang," ucapnya.

"Anak tidak sekolah paling tinggi ada di Kabupaten Wajo, sedang yang paling rendah berada di Palopo," terangnya.

Guru besar ilmu hukum ini mengungkapkan masih ada sejumlah masalah dalam dunia pendidikan yang mesti diselesaikan.

Ia melanjutkan, perkembangan revitalisasi pendidikan vokasi mesti menjadi perhatian.

"Bagaimana revitalisasi pendidikan vokasi kita. Tenaga vokasi kita kurang lebih 1.800. Sudah sekian tahun tidak ada penerimaan vokasi," tuturnya.

Penulis: Ari Maryadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved