Ketua MWA Unhas Syafruddin Tekankan Pentingnya Peningkatan SDM Milenial hingga Rencana Double Degree

Ketua Majelis Wali Amanat ( MWA ) Universitas Hasanuddin ( Unhas ), Komjen (Purn) Syafruddin menekankan pentingnya untuk memrioritaskan

Editor: Edi Sumardi
HANDOVER
Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Hasanuddin (Unhas), Komjen (Purn) Syafruddin dalam kata sambutannya pada Forum Majelis Wali Amanat 11 Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum, di kampus Unhas, Tamalanrea, Makassar, Sulsel, Rabu (12/2/2020). 

TRIBUN-TIMUR.COM - Ketua Majelis Wali Amanat ( MWA ) Universitas Hasanuddin ( Unhas ), Komjen (Purn) Syafruddin menekankan pentingnya untuk memrioritaskan peningkatan SDM bagi generasi milenial dan generasi Z.

Pemerintah dinilai akan sangat tepat apabila mendukung pengembangan pendidikan tinggi yang fokus pada peningkatan kapasitas SDM untuk menciptakan generasi yang ekspertise, profesional, dan spesialis.

Mantan Wakapolri itu mengatakan, peradaban akan sukses terukir jika suatu bangsa menempatkan peningkatan SDM sebagai inti utama peradaban.

Perdabaan di Timur Tengah pun jadi contoh.

Majunya peradaban di Timur Tengah, kata Syafruddin, karena 60 persen populasi penduduknya berada di kelompok usia di bawah 25 tahun atau mereka adalah generazi Z dan milenial.

Mereka punya potensi kuat untuk membangun negara.

Lalu, bagaimana dengan Indonesia.

"Indonesia punya bonus demografi, dengan kekuatan 63 juta generasi milenial (jumlahnya lebih besar). Ini adalah potensi tenaga darah muda untuk pembangunan," kata Syafruddin dalam kata sambutannya pada Forum Majelis Wali Amanat 11 Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum, di kampus Unhas, Tamalanrea, Makassar, Sulsel, Rabu (12/2/2020).

Majelis Waliamanat 11 PTNBH di Unhas Resmi Dibuka, Syafruddin : SDM PTN Roh Otonomi Negara

Lanjut, kata mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi ini, perlu dukungan pemerintah mengoptimalisasikan perguruan tinggi untuk peningkatan daya saing bangsa.

Indonesia kini berada di peringkat ke-77 dari 119 negara dalam Global Talent Competitiveness Index (GTCI) yang diterbitkan Institut Européen d'Administration des Affaires (INSEAD).

GTCI merupakan laporan komprehensif tahunan yang dapat dijadikan indikator untuk mengukur bagaimana suatu negara dan kota berkembang menyediakan sumber daya manusia untuk meningkatkan daya saing.

Kata Syafruddin, untuk perbaikan indeks ini, perguruan tinggi harus terus meningkatkan daya saing menciptakan generasi-generasi unggul.

Peningkatan daya saing perguruan tinggi sebagai tulang punggung keilmuan dilakukan melalui riset dan kajian.

Double Degree

Halaman
123
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved