Middle Ring Road
Pemkot Makassar Ingkar Janji, BBPJN XIII Ogah Lanjutkan Proyek MRR dari Jl Leimena ke Borong
Ia menjelaskan melihat kondisi yang terjadi di tahap pertama, pihaknya menemukan kendala di lapangan. Hal itu tak lain karena persoalan lahan.
Penulis: Saldy Irawan | Editor: Imam Wahyudi
TRlBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR - Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) XIII Makassar, ragu melanjutkan tahap kedua proyek Middle Ring Road (MRR) Makassar.
Kepala BBPJN XIII Makassar, Miftahul Munir mengatakan untuk melanjutkan pembangunan tahap kedua MRR, pihaknya akan berpikir dua kali untuk melanjutkan proyek yang menghubungkan antara Kecamatan Tamalanrea dengan Kecamatan Panakkukang tersebut.
Ia menjelaskan melihat kondisi yang terjadi di tahap pertama, pihaknya menemukan kendala di lapangan. Hal itu tak lain karena persoalan lahan.
Menurut dia, sebelum diadakannya pelaksanaan proyek MRR di Makassar, terjadi kesepakatan antara BBPJN Makassar dengan Pemkot Makassar.
Dalam perjanjian itu, disebutkan bahwa pelaksanaan konstruksi akan ditangani oleh BBPJN dengan biaya APBN, sedangkan pembebasan lahannya itu dilaksanakan oleh Pemkot Makassar dengan anggaran pokok APBD Makassar.
Namun dalam proses pengerjaan, Pemkot Makassar rupanya tidak bisa membebaskan sepenuhnya lahan yang akan dilalui MRR, sehingga BBPJN yang telah memiliki anggaran untuk pelaksanaan konstruksi beton, secara terpaksa mengalihkan dana itu untuk pembebasan lahan.
Hal inilah kata Miftahul membuat pelaksanaan proyek konstruksi dilapangan selesai namun tidak sesuai dengan kontrak (jadwal) yang ditetapkan.
Miftachul mengatakan terkait tahap dua MRR Makassar, pihaknya bisa saja mengusulkan anggaran pembangunan jalan beton, dengan catatan Pemkot Makassar terlebih dulu melakukan pembebasan lahan.
"itu masalah nya dilahan, misal kita bisa dapatkan uang terus lahannya tidak siap. Itu duit sia sia," ujarnya, Selasa (11/2/2020).
Lanjut Miftachul dengan melanjutkan tahap kedua MRR Makassar, itu akan terjadi double invest, pasalnya tol layang yang ada saat ini sejajar dengan itu.
"Sebenarnya kalau tol itu sudah link model sudah tidak diperlukan. Kecuali pemerintah daerah siap lahnnya, kita siap konstrukusi,", katanya.
"Master plan kota saya setuju, ini juga dapat untuk menambah sistem jaringan sangat kuat," tambahnya.
Sekedar diketahui, tahap pertama Proyek MRR telah dikerjakan oleh BBPJN MAKASSAR.
Tahap satu itu menghubungkan antara Jl Perintis Kemerdekaan (depan STIMIK Dipanegara) kecamatan Tamalanrea dengan Jl Dr Leimena kecamatan Panakkukang.
Pemenang tender pelaksanaan konstruksi jalan dikerjakan oleh PT Sumber Sari Cipta Marga,
Pantauan Tribun, saat ini MRR Makassar sudah dilalui oleh Masyarakat.