Joki CPNS

Begini Modus Mahasiswa Asal Jawa Jadi Joki CPNS Kemenkum HAM di Makassar

Modus keduanya menjadi joki dengan memalsukan kartu identitas sabagai pengajar atau mentor bagi peserta seleksi

Begini Modus Mahasiswa Asal Jawa Jadi Joki CPNS Kemenkum HAM di Makassar
muslimin emba/tribun-timur.com
Kanit 3 Tipiter Iptu Ali Hairuddin SH ditemui di ruang kerjanya, Selasa (4/2/2020) sore. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Polrestabes Maakassar mendalami jaringan dua orang joki penerimaan CPNS Kementrian Hukum dan HAM Sulsel.

Kedua joki itu merupakan pemuda asal Pulau Jawa, berinisial FF (23) dan AS (23).

Keduanya ditangkap setelah kedapatan oleh panitia seleksi membawa kartu tes peserta asal Takalar, saat hendah mengikuti tes tertulis yang digelar di Kampus UKI Paulus, Jl Perintis Kemerdekaan, Makassar, Senin kemarin.

Modus keduanya menjadi joki dengan memalsukan kartu identitas sabagai pengajar atau mentor bagi peserta seleksi agar dapat menjawab soal ujian.

Keduanya memasarkan jasa sebagai joki d melalui media sosial.

"Dari fakta hukum yang kami dapatkan, ini berawal dari adanya si pelaku ini (FF dan AS) memposting mengiklankan dirinya (di media sosial) sebagai pengajar yang bisa mengajar CPNS," kata Kanit 3 Tipiter Iptu Ali Hairuddin SH ditemui di ruang kerjanya, Selasa (4/2/2020) sore.

Dari iklan itu, dua peserta seleksi CPNS KemenhumHAM asal Takalar pun tergiur untuk menggunakan jasanya.

Keduanya yang telah dikantongi identitasnya oleh polisi pun, menghubungi seorang pria berinisial W.

"Kemudian ada si W yang menyuruh ini, mendatangkan mereka (FF dan AS). Setelah datang di Makassar, kemudian dibawa ke sebuah penginapan," ujarnya.

Di penginapan itu, lanjut Ali Hairuddin, peserta seleksi asal Takalar pun meminta FF dan AS agar bersedia menjadi joki.

Halaman
12
Penulis: Muslimin Emba
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved