Breaking News:

Virus Corona

Trending di YouTube: Virus Corona Sudah Ditulis di Al Quran - Hadist, Begini Penjelasannya, Update

Trending di YouTube: Virus Corona sudah ditulis di dalam Al Quran dan hadist, begini penjelasannya, data terbaru: 170 meninggal.

YOUTUBE.COM/PERMANA CUY DAN KONTAN
Trending di YouTube: Virus Corona sudah ditulis di dalam Al Quran dan hadist, begini penjelasannya, data terbaru: 170 meninggal. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Trending di YouTube: Virus Corona sudah ditulis di dalam Al Quran dan hadist, begini penjelasannya, data terbaru: 170 meninggal.

Sedang viral di media sosial, Virus Corona yang sudah tertulis dalam kitab suci Al Quran.

Seperti apa penjelasannya?

Jumlah korban meninggal dunia akibat Virus Corona Wuhan atau 2019-nCoV masih terus bertambah.

Pihak otoritas China mengumumkan, sebanyak 170 orang meninggal dunia karena terinfeksi Virus Corona.

Jumlah itu bertambah dari sebelumnya 132 orang pada Rabu (29/1/2020) siang.

Angka ini naik dari yang dilaporkan sehari sebelumnya, dan merupakan kenaikan sebesar 29 persen.

Sementara itu, ada 7.864 kasus terkonfirmasi Virus Corona yang masih satu keluarga besar dengan SARS dan MERS ini.

Terdapat setidaknya 18 negara termasuk China yang telah mengonfirmasi penemuan kasus serupa, yaitu Malaysia (4 kasus), Jepang (4 kasus), Korea Selatan (4 kasus), Taiwan (5 kasus), Thailand (8 kasus), dan Singapura (4 kasus).

Lalu, ada Australia (5 kasus), Amerika Serikat (5 kasus), Kamboja (1 kasus), Nepal (1 kasus), Kanada (1 kasus), Sri Lanka (1 kasus), Perancis (1 kasus), Vietnam (2 kasus), Jerman (1 kasus), Uni Emirat Arab (1 kasus), dan Finlandia (1 kasus).

Komisi Kesehatan Nasional China (NHC) menjelaskan bahwa Virus Corona dapat menular dalam masa inkubasi yang berlangsung hingga dua minggu atau 14 hari.

Hal ini menandakan bahwa kemampuan virus untuk menyebar semakin kuat.

"Wabah ini diperkirakan masih akan berlanjut untuk beberapa waktu," ujar Ma Xiaowei, menteri yang bertanggung jawab atas NHC, dikutip dari South China Morning Post, Kamis (30/1/2020).

Kasus yang dicurigai di Tibet telah dikonfirmasi, yang berarti virus telah menyebar ke 31 provinsi daratan China, kota, dan daerah otonom.

Terdapat 38 kematian baru termasuk 37 di Hubei, dengan yang lainnya datang dari Provinsi Sichuan di barat daya.

Kelompok terkemuka Partai Komunis China yang diketuai oleh Perdana Menteri Li Keqiang pada Rabu menyebutkan, situasi saat ini "rumit dan berat".

Otoritas kesehatan mengatakan bahwa selain kasus-kasus yang sudah dikonfirmasi, ada lebih dari 9.000 kasus yang diduga secara nasional.

Menurut media pemerintah, mereka merekomendasikan bahwa setelah liburan Tahun Baru Imlek, yang berakhir pada hari Minggu, lembaga pemerintah setempat harus membiarkan karyawan dari kota dengan jumlah kasus terkonfirmasi yang banyak bekerja dari rumah.

Kementerian Keuangan China mengatakan bahwa pada Rabu pukul 17.00, sebesar 27,3 miliar yuan (3,9 miliar dollar AS) telah dialokasikan untuk pencegahan dan pengendalian Virus Corona.

Sementara itu, para ilmuwan di tim peneliti coronavirus baru dari Chinese Academy of Sciences mengatakan, mereka telah menemukan tes untuk respons antibodi pada pasien yang terinfeksi.

Mereka juga mengaku telah mengidentifikasi obat yang efektif dalam mengandung virus.

Tiga obat, yaitu Remdesivir, GS-5734, Chloroquine, serta Sigma-C6628 dan Ritonavir, semuanya dikatakan "dalam proses otorisasi untuk digunakan pada pasien", menurut surat kabar lokal Hubei Daily.

Virus Corona Dijelaskan dalam Al Quran

Saat Virus Corona sedang mewabah, sebuah video di channnel YouTube Permana Cuy yang membahas tentang Virus Corona dijelaskan dalam Al Quran menjadi viral dan trending.

Video berjudul "Masya Allah! Ternyata Virus Corona Sudah Tertulis Di Al Quran & Hadist" itu sedang berada di peringkat kedua video trending di YouTube Indonesia.

Sudah dintonton 6,8 juta kali sejak diunggah, Minggu atau Ahad (26/1/2020) hingga Kamis (30/1/2020).

Berikut ini salinan narasi dari dalam video.

Dalam video disebutkan, dari 'Abdullah bin 'Amru, ia berkata, "Janganlah kalian membunuh katak, karena suaranya adalah tasbih. Jangan kalian pula membunuh kelelawar, karena ketika Baitul-Maqdis roboh ia berkata: "Wahai Rabb, berikanlah kekuasaan kepadaku atas lautan hingga aku dapat menenggelamkan mereka." (HR Al Baihaqi dalam Al-Kubraa 9: 318 dan Ash-Shugraa 8: 293 nomor 3907 dan Al-Ma;rifah hal 456. Al Baihaqi berkata bahwa sanad hadits ini shahih).

Pada kitab yang sama Aisyah Radhiallahuanhu juga menyebut peran besar kelelawar ketika kebakaran melanda Masjidil Aqsa.

Diriwayatkan dari Aisyah tentang kelelawar, dia adalah hewan yang memadamkan api dengan sayap-sayapnya pada saat Baitul Maqdis dibakar.

Allah berfirman dalam Al Quran, "Maka Kami kirimkan kepada mereka topan, belalang, kutu, katak dan darah (air minum berubah menjadi darah) sebagai bukti-bukti yang jelas tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa." (QS Al-A'raf 7:133)

Dari sini diketahui jika kedua hewan ini dilarang untuk dibunuh, tentunya apalagi jika dimakan.

Apakah Virus Corona itu akibat kebiasaan menyantap kuliner ekstrem, itu bisa saja terjadi, karena santapan berupa hewan-hewan yang tidak lazim seperti ular, biawak, dan juga termasuk seperti kelelawar dan katak dijual disana bahkan dikonsumsi setiap hari.

Virus Corona yang mematikan memebuat kota Wuhan menjadi sorotan, bahkan kota Wuhan di provinsi Hubei sudah diisolir.

Kuat dugaan awal dari virus ini berasal dari salah satu pasar daging dan seafood yang ada di Wuhan.

Sejak dulu pasar ini dikenal menjual berbagai jenis daging hewan liar, termasuk yang masih hidup.

Dalam salah satu foto yang menampakkan kondisi pasar Wuhan terlihat seekor ayam yang diikat di keranjang sayur.

Kemudian ada pula talanan yang diletakkan diatas ember digunakan sebagai meja atau tempat mmeotong.

Kemudian di sampingnya ada penjual katak, katak yang masih hidup juga terlihat di dalam ember tersebut.

Tapi ada pula katak yang sudah dipotong, dagingnya disingkirkan namun diletakkan di ember yang sama dalam kondisi masih berdarah.

Daging katak pun bercampur dengan daging lain yaitu ikan, kemudian di sampingnya ada ember yang tidak dicuci serta timbangan digital yang kotor.

Penampakan Pasar Seafood Huanan di Wuhan, China yang diduga kuat menjadi sumber penyebaran Virus Corona dan jualannya.
Penampakan Pasar Seafood Huanan di Wuhan, China yang diduga kuat menjadi sumber penyebaran Virus Corona dan jualannya. (TWITTER.COM/MUYIXIAO)

Para ulama Syafi'iah berpandangan larangan membunuh suatu hewan menunjukkan pula keharaman bagi kita untuk mengkonsumsinya.

Logikanya hewan tersebut tidak mungkin dimakan sebelum terlebih dahulu kita membunuhnya.

Jika membunuhnya saja diharamkan, tentu memakannya pun akan haram.

Katak merupakan salah satu hewan yang dilarang untuk dibunuh.

Tentu saja dibalik larangan itu, ada alasan dan juga hikmah bagi kita sebagai manusia yang mungkin kita belum tahu terlalu dalam akan hal teresbeut.

Faktanya masyarakat Tionghoa sana menggunakan katak sebagai makanan super pangan yang digemari.

Dan mereka juga meyakini bahwa katak makanan yang bergizi dan juga lezat.

Namun secara mengejutkan peneliti asal ITB menjelaskan bahwa katak mengandung cacing nematoda yang ada padasistem pencernaan katak.

Apabila cacing tersebut masuk ke dalam sistem pencernaan manusia, maka akan mengganggu metabolisme tubuh.

Selain itu akan lebih bahaya lagi ketika cacing tersebut masuk ke dalam pencernaan manusia dan memakan hasil yang manusia makan.

Maka kaibatnya, kita akan merasa lapar walaupun sudah makan banyak.

Terkait kehalalan dalam mengonsumsi katak atau kodok memang ada perbedaan pendapat.

Tapi mayoritas menyatakan bahwa memakan katak adalah haram.

Allah berfirman di dalam Al Quran, "Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, dan (daging) hewan yang disembelih bukan atas (nama) Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu sembelih. Dan (diharamkan pula) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan pula) mengundi nasib dengan azlam (anak panah), (karena) itu suatu perbuatan fasik. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu. Tetapi barang siapa terpaksa karena lapar bukan karena ingin berbuat dosa, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS Al-Maidah 5:3).(kompas.com/sriwijaya post)

Editor: Edi Sumardi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved