Gizi Buruk di Jeneponto

Empat Kasus Gizi Buruk dalam Sepekan, Pengunjuk Rasa: Bupati Jeneponto Gagal

Massa melakukan aksi protes terhadap empat kasus gizi buruk yang terjadi di Kabupaten Jeneponto dalam sepekan.

Empat Kasus Gizi Buruk dalam Sepekan, Pengunjuk Rasa: Bupati Jeneponto Gagal
ari maryadi/tribungowa.com
Puluhan pemuda menggelar aksi unjuk rasa menyoal kasus gizi buruk di Kabupaten Jeneponto, Kamis (30/1/2020) siang. 

TRIBUN-TIMUR.COM, JENEPONTO - Puluhan pemuda menggelar aksi unjuk rasa menyoal kasus gizi buruk di Kabupaten Jeneponto, Kamis (30/1/2020) siang.

Aksi unjuk rasa itu berlangsung pada dua lokasi. Pertama di depan Kantor DPRD Jeneponto, kedua di depan Kantor Bupati Jeneponto.

Aksi unjuk rasa itu berlangsung hampir satu jam. Terhitung sejak pukul 12:00 Wita hingga pukul 12:45 Wita.

Massa melakukan aksi protes terhadap empat kasus gizi buruk yang terjadi di Kabupaten Jeneponto dalam sepekan.

Massa menilai Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto gagal dalam menjalankan tugasnya memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Massa pun menuntut Bupati Jeneponto Iksan Iskandar mencopot Syafruddin Nurdin dari posisinya sebagai pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto.

Massa juga menilai Kepala Dinas Sosial Muh Rusli Ramli dan Kepala Puskemas Bontoramba Frida gagal dalam memberikan pelayanan publik.

Empat kasus gizi buruk dinilai sebagai bukti kegagalan dua pimpinan organisasi perangkat daerah tersebut.

"Bupati Jeneponto gagal menjalankan pemerintahan hingga menyebabkan anak-anak kehilangan masa depannya. Bahkan kehilangan nyawa," kata koordinator aksi aksi, Sahrul Gunawan, dalam rilis yang diterima Tribun.

Sahrul menilai, Bupati Jeneponto Iksan Iskandar harus mengambil langkah tegas dengan mencopot dua pimpinan OPD serta Kepala Puskemas Bontoramba.

"Jangan biarkan kami mati kelaparan. Di mana PKH, BPNT, dan dana desa? Kenapa ada gizi buruk," tegas Sahrul dalam keterangannya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan dari Pemerintah Kabupaten Jeneponto.

Wartawan Tribun Timur masih mencoba mengonfirmasi via telepon maupun WhatsApp.

Penulis: Ari Maryadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved