Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Berikut Daftar Bandara di Indonesia yang Melayani Rute Penerbangan Langsung dari China

Berikut Daftar Bandara di Indonesia yang Melayani Rute Penerbangan Langsung dari China

Editor: Waode Nurmin
AFP/HECTOR RETAMAL
Berikut Daftar Bandara di Indonesia yang Melayani Rute Penerbangan Langsung dari China 

TRIBUN-TIMUR.COM - Di Jambi terdapat seorang pasien diduga terjangkit virus corona. Pasien tersebut saat ini menjalani perawatan di ruang isolasi khusus RSUD Raden Mattaher, Jambi.

Pasien tersebut masuk RSUD Raden Mattaher pada Sabtu (25/1) malam.

Berdasarkan pantauan Tribun Jambi pada Minggu (26/1) ruangan pasien yang diduga terjangkit virus Corona tersebut dibatasi dari jangkauan pengunjung. Pasien ini dirawat di lantai pertama gedung perawatan di kamar paling ujung.

Sekitar kamar tersebut diberi pembatas berupa kain putih. Kain tersebut bertuliskan, "Dilarang lewat selain petugas, isolasi virus Corona." Pembatas tersebut berjarak 10 meter dari kamar pasien.
Para petugas RSUD Raden Mattaher yang bertugas di dekat kamar tersebut mengenakan masker. Sebagian keluarga pasien juga telah mengenakan masker, meski ada beberapa yang belum mengenakan.

Polisi Ganti Pasal Jadi Pembunuhan Berencana Kematian Lina Eks Istri Sule, Teddy Malah Khawatir

Mengenal Kota Wuhan di Tiongkok, Tempat Awal Mula Virus Corona Menyebar, Kini bak Kota Mati

Pasien ini dirujuk dari Rumah Sakit Siloam Jambi pada Sabtu malam. Informasi yang dihimpun Tribun Jambi, pasien ini baru tiba dari Wuhan, China dan mengeluh batuk, pilek.

Wakil Direktur Pelayanan dan Keperawatan RSUD Raden Mattaher Jambi dr. Dewi Lestari mengatakan belum dapat memastikan apakah pasien tersebut terjangkit virus Corona atau tidak.

Dia mengatakan perlu pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan. Dewi menjelaskan saat ini pihak RSUD Raden Mattaher telah menyiapkan ruang isolasi khusus untuk pasien yang terjangkit virus Corona atau Wuhan pneumonia.

"Kita sudah siapkan ruang isolasi khusus untuk pasien diduga terkena penyakit Wuhan pneumonia," ujarnya.

Selain menyiapkan ruang isolasi khusus, RSUD Raden Mattaher juga menyiapkan petugas untuk menerima pasien yang diduga terjangkit virus Corona. RSUD Raden Mattaher menyiapkan alat perlindungan diri yang lengkap. Mulai dari helm, baju astronot, masker N95, sarung tangan panjang, dan sepatu boot.

"Keselamatan petugas juga harus diutamakan karena sangat berisiko tertular bila bersentuhan langsung dengan pasien. Jadi kita menggunakan APD lengkap. Kita sudah bentuk timnya, jadi ketika mendadak kita siap melayani pasien," jelas dr. Dewi Lestari.

Ia menambahkan, penyebaran virus Corona melalui udara. Dewi mengimbau masyarakat sementara waktu tidak berada di area ke rumah sakit jika di luar jam besuk. "Apalagi anak-anak dan orangtua karena sangat berisiko tertular Wuhan pneumonia," pungkasnya.

Kementerian Kesehatan menyatakan telah menyiapkan 860 alat pelindung diri, 2.322 masker, dan 35.000 kartu kewaspadaan di 19 daerah yang menerima penerbangan langsung dari China.

Daftar daerah-daerah yang menerima penerbangan langsung dari China adalah Jakarta, Tangerang, Bandar Lampung, Padang, Tarakan, Balikpapan, Manokwari, Sampit, Bandung, Jambi, Tanjung Balai Karimun, Samarinda, Palembang, Tanjung Pinang, Denpasar, Surabaya, Batam, Belitung, dan Manado.

Dalam mengantisipasi kemungkinan pandemik, Kementerian Kesehatan menyiapkan 100 rumah sakit yang ditetapkan sebagai rujukan untuk penyakit yang baru muncul atau emerging disease.

 Polisi Ganti Pasal Jadi Pembunuhan Berencana Kematian Lina Eks Istri Sule, Teddy Malah Khawatir

 Mengenal Kota Wuhan di Tiongkok, Tempat Awal Mula Virus Corona Menyebar, Kini bak Kota Mati

Negatif Terjangkit

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved