Korupsi Dana Desa

Mantan Bendahara Desa Balo-balo Luwu Timur Tersangka Korupsi DD

Susi menyandang status tersangka kasus penyalahgunaan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2017 sebesar Rp 200 juta.

Mantan Bendahara Desa Balo-balo Luwu Timur Tersangka Korupsi DD
ivan/tribunlutim.com
Kacabjari Wotu, Budi Utama 

TRIBUNLUTIM.COM, WOTU - Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Wotu, Luwu Timur, menetapkan Susi Susanti (26), mantan bendahara Desa Balo-balo, Kecamatan Wotu, sebagai tersangka, Selasa (21/1/2020).

Susi menyandang status tersangka kasus penyalahgunaan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2017 sebesar Rp 200 juta.

"Ditetapkannya Susi sebagai tersangka, setelah penyidik memperoleh tiga alat bukti," kata Kepala Cabjari Wotu, Budi Utama, kepada wartawan di kantornya.

Budi mengatakan, temuan Rp 200 juta terdiri dari kelebihan pembayaran pada kegiatan pengerikilan jalan tahun 2017 sebesar Rp 50 juta, untuk silpa Rp 80 juta, dan pajak Rp 70 juta.

"Itemnya yakni silpa tidak disetorkan, kemudian terdapat kegiatan yang lebih pembayarannya, dan terdapat pajak-pajak desa yang tidak disetorkan ke kas daerah dan negara," tutur Budi.

Ibu dua anak ini bertugas sebagai bendahara di Desa Balo-balo sejak tahun 2014 sampai 2019.

Sebelumnya, pada tahap penyelidikan, penyidik sudah memberikan kesempatan waktu enam bulan kepada Susi untuk mengembalikan dana itu.

"Namun tidak ditindaklanjuti oleh Susi," kata Budi.

Susi akan dijerat pasal primer‭, pasal 2 jo.pasal 18 UU nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambahkan dalam UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Subsider pasal 3 jo pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambahkan dalam UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Penulis: Ivan Ismar
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved