Vonis Mantan Sekretaris KPU Makassar

Divonis 5 Tahun Penjara Karena Korupsi, Penasehat Hukum: Habibi Adalah Korban

Penasehat hukun Abdul Ghafur menilai, kliennya sebagai korban dalam kasus dana hibah Rp 60 Miliar oleh Pemkot Makassar.

Divonis 5 Tahun Penjara Karena Korupsi, Penasehat Hukum: Habibi Adalah Korban
darul/tribun-timur.com
Terdakwa Sabri dan Habibi disaat mengikuti sidang putusan atau vonis di PN Makassar. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Eks Bendahara KPU Makassar Habibi, disebut sebagai korban dalam dugaan korupsi.

Penasehat hukun Abdul Ghafur menilai, kliennya sebagai korban dalam kasus dana hibah Rp 60 Miliar oleh Pemkot Makassar.

Hal itu diungkapkan Abdul Ghafur, setelah sidang putusan atau vonis di Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Selasa (21/1/2020).

"Klien (Habibi) kami korban yang dijadikan sebagai bendahara pengeluaran yang tidak tahu soal komputer," ungkap Ghafur, sore.

Menurut Ghafur, Habibi merupakan korban yang tidak tahun tentang komputer, serta menyusun tentang suatu anggaran biaya.

Lanjutnya, itu dikutkan dengan Peraturan Presiden (Perpres) RI, nomor 7 tahun 2016 tentang bendahara harus punya sertifikasi.

"Kalau tidak salah Perpres itu mengatur tentang sertifikasi, sementara klien kami tidak punya sertifikasi itu," jelas Ghafur.

"Cuma hanya karena dia (Habibi) dipaksa untuk jadi bendahara, makanya ia terpaksa untuk jadi seorang bendahara," lanjutnya.

Seperti diketahui, mantan Sekertaris dan Bendahara KPU Makassar, Sabri bersama Habibis, telah divonis 5 tahun penjara.

Sidang vonis ini digelar di ruang Wirdjono Prodjodikoro, Pengadilan Negeri (PN) Kota Makassar sekitar pukul 17.40 Wita, sore.

Halaman
12
Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved