Laznas BMH

Laznas BMH - Kitabisa.com Bangun Asrama untuk Yatim Dhuafa di Luwu Timur

Najamuddin mengungkapkan, banyak anak-anak dari berbagai wilayah pedalaman di Luwu datang ke tempatnya untuk memperoleh pendidikan di sekolah yang Ia

Laznas BMH - Kitabisa.com Bangun Asrama untuk Yatim Dhuafa di Luwu Timur
Laznas BMH Sulsel
Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Ahlus Shuffah Towuti, Luwu Timur melaksanakan peletakan batu pertama tanda dimulainya pembangunan asrama untuk yatim-dhuafa dan Tahfidz Qur'an, Rabu (15/1/2020). ( 

TRIBUN-TIMUR.COM, LUWUTIMUR - Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Ahlus Shuffah Towuti, Luwu Timur melaksanakan peletakan batu pertama tanda dimulainya pembangunan asrama untuk yatim-dhuafa dan Tahfidz Qur'an, Rabu (15/1/2020).

Pembangunan tersebut berkat inisiasi dari Lembaga Amil Zakat Baitul Maal Hidayatullah (Laznas BMH) Sulawesi Selatan dan crowdfunding kitabisa.com, yang mengajak masyarakat untuk urun dana pembangunan.

“Dengan dimulainya pembangunan ini tentu menjadi hadiah terbaik bagi kami dan anak-anak untuk mendapatkan tempat tinggal yang layak dan baik,” ujar Ketua Yayasan Ahlus Suffah Ustadz Najamuddin dalam rilis.

Najamuddin mengungkapkan, banyak anak-anak dari berbagai wilayah pedalaman di Luwu datang ke tempatnya untuk memperoleh pendidikan di sekolah yang Ia bina, yakni SMP/SMA Darul Ilmi.

Kondisi ini mengharuskan pengurus untuk mengadakan fasilitas yang layak bagi mereka.

Sebelumnya, sebanyak 70 santri tinggal di sebuah asrama kayu yang telah berdiri 20 tahun lebih, dan kondisinya sangat memperihatinkan seperti seng yang sudah bocor, dinding lapuk, dan lantai semen yang telah mengelupas.

“Kalau musim hujan kami menaruh ember untuk menampung hujan yang jatuh di sele-sela tempat tidur, namun tak jarang juga hujan angin masuk dari sela dinding,” ujar Risma (13) mengungkapkan kondisi asrama yang Ia tinggali selama ini.

Padahal menurutnya, asrama tersebut menjadi rumah baginya, sebab Ia telah menjadi yatim sejak kecil balita.

Direncanakan asrama seluas 12 X 40 meter tersebut diharapkan mampu menampung 70 orang santri, dengan estimasi biaya pembangunan diperkirakan mencapai Rp 700 juta.

“Kami mengajak keterlibatan semua pihak untuk mempercepat proses pembangunan asrama ini," ujar Najamuddin.

Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Ahlus Shuffah Towuti, Luwu Timur melaksanakan peletakan batu pertama tanda dimulainya pembangunan asrama untuk yatim-dhuafa dan Tahfidz Qur'an, Rabu (15/1/2020). (
Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Ahlus Shuffah Towuti, Luwu Timur melaksanakan peletakan batu pertama tanda dimulainya pembangunan asrama untuk yatim-dhuafa dan Tahfidz Qur'an, Rabu (15/1/2020). ( (Laznas BMH Sulsel)
Halaman
12
Penulis: Wahyu Susanto
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved