Breaking News:

KPU Majene

KPU Majene Rekrut PPK, Ketua Fatayat NU Minta Keterwakilan Perempuan Diperhatikan

Fatima mengatakan, keterwakilan 30 persen perempuan merupakan hal yang wajib diperhatikan dan dipenuhi.

Penulis: Nurhadi | Editor: Ansar
Fatimah Sida
Ketua Fatayat NU Majene Fatimah Sida 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Memasuki tahapan Pilkada serentak 2020, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Majene mulai melakukan penjaringan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).

Menyambut perekrutan ini, aktivis perempuan yang juga Ketua Fatayat NU Kabupaten Majene, Fatima Sida mengingatkan KPU Majene agar serius memperhatikan keterwakilan perempuan, sebagai penyelenggara ad hoc ditingkat kecamatan.

Fatima mengatakan, keterwakilan 30 persen perempuan merupakan hal yang wajib diperhatikan dan dipenuhi.

Sebab, hal ini jelas diatur dalam Undang-Undang No. 7 Tahun 2017 dan Undang-Undang No. 10 Tahun 2016.

Kedua undang-undang ini menyebutkan, komposisi keanggotaan PPK memperhatikan keterwakilan paling sedikit 30 persen.

"Paling sedikit 30 persen, dan bisa lebih. Hal ini tidak bisa diabaikan karena regulasinya sudah ada,"erang Fatima saat di konfirmasi, Rabu (15/1/2020).

Ia menerangkan, peran penyelenggara perempuan disetiap wilayah Kabupaten Majene tentu akan membawa pengaruh besar.

Sebab, 50 persen lebih pemilih didominasi oleh perempuan.

Jika Pemilu terakhir partisipasi perempuan tinggi, hal itu tidak bisa jadi jaminan di Pilkada tahun ini.

"Tidak bisa kita pungkiri keterlibatan perempuan dimanapun dan dalam situasi bagaimanapun sangat dibutuhkan, ketika ada opsi untuk bisa masuk sebagai penyelenggara kenapa tidak," tuturnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved