Korupsi Dana Desa

Rp 1,4 Miliar Dana Desa Bontobaji dan Kindang Bulukumba Dikorupsi

Unit Tipikor Satreskrim Polres Bulukumba telah memeriksa beberapa saksi dalam kasus di dua desa ini, termasuk kepala desa (Kades)

Rp 1,4 Miliar Dana Desa Bontobaji dan Kindang Bulukumba Dikorupsi
firki/tribunbulukumba.com
Kasatreskrim Polres Bulukumba, AKP Bery Juana Putra. 

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Dugaan penyalahgunaan anggaran Desa Bontobaji, Kecamatan Kajang dan Desa Kindang, Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba, masih dalam proses penyidikan.

Unit Tipikor Satreskrim Polres Bulukumba telah memeriksa beberapa saksi dalam kasus di dua desa ini, termasuk kepala desa (Kades) masing-masing.

Berdasarkan temuan polisi, terdapat kerugian negara sebesar Rp 500 juta, dari penyalahgunaan Anggaran Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD)di Bontobaji tahun anggaran 2016-2017.

Sementara di Desa Kindang, kerugian negara diduga mencapai Rp 900 juta, akibat penyalahgunaan dana desa di tahun 2017-2018.

Jika digabungkan, penyalahgunaan anggaran di dua desa ini, merugikan negara lebih dari Rp 1 Miliar.

Kasatreskrim Polres Bulukumba AKP Bery Juana Putra, Rabu (8/1/2020), menjelaskan, untuk kerugian negara secara pasti, pihaknya masih menunggu hasil audit BPKP.

"Saat ini masih dalam proses audit BPKP untuk kerugian pastinya. Angka yang kami sebutkan hanya berdasarkan temuan sementara, temuan penyidik," kata Bery.

Untuk kepentingan penyidikan, lanjut dia, pihaknya belum bisa menyampaikan modus kecurangan di dua desa ini.

Yang jelas, setelah hasil audit BPKP keluar, pihaknya akan melakukan gelar perkara di Polda Sulawesi Selatan (Sulsel).

Sekadar diketahui, sebelumnya Unit Tipikot Satreskrim Polres Bulukumba, telah melakukan pertemuan dengan pihak Dinas Pemberdayakan Masyarakat Desa (DPMD), di Mapolres Bulukumba, 2019 lalu.

Halaman
12
Penulis: Firki Arisandi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved