Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Cuaca Buruk

Angin Puting Beliung Rusak 2 Rumah di Desa Botto Mallangga Enrekang

Hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Kabupaten Enrekang sejak kemarin, Minggu (5/1/2020) sore.

Penulis: Muh. Asiz Albar | Editor: Suryana Anas
Muh Azis Albar/Tribun Timur
Kondisi rumah yang diterjang angin puting beliung di Desa Botto Mallangga, Kecamatan Maiwa. Angin kencang melanda wilayah Kabupaten Enrekang sejak kemarin, Minggu (5/1/2020) sore 

TRIBUNENREKANG.COM, MAIWA - Hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Kabupaten Enrekang sejak kemarin, Minggu (5/1/2020) sore.

Hal tersebut mengakibatkan sejumlah kerusakan. Tak hanya pohon tumbang yang tutupi jalan, sejumlah rumah warga pun mengalami kerusakan.

Di Desa Botto Mallangga, Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang sendiri terdapat dua rumah warga yang alami kerusakan akibat angin kencang atau puting beliung.

Dua rumah tersebut alami kerusakan pada bagian atap lantaran derasnya hembusan angin.

Kepala Desa Botto Mallangga, Abd Haris, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

Menurutnya, angin puting beliung yang memporak porandakan atap rumah Ibu Harmi dan Syamsul Bahri itu terjadi sekitar pukul 17.00 Wita kemarin.

"Iya betul, kemarin angin memang kencang. Dan dampaknya dua rumah warga kami alami rusak bagian atap. Tapi kami sudah laporkan ke BPBD," kata Abd Haris, Senin (6/1/2020).

Ia menjelaskan, kerusakan yag dialami dua rumah warganya cukup parah, karena hampir semua atap rumah rusak.

Untungnya pihaknya sudah menyediakan anggaran di desa khusus untuk penanggulangan bencana yang dianggarkan setiap tahun sebesar Rp 50 juta.

Dana itu diambil dari Anggaran Dana Desa (ADD) dan memang memungkinkan untuk antisipasi bantuan bagi warganya yang kena musibah bencana alam.

Untuk itu, Ia akan segera berkoordinasi dengan jajarannya untuk memberikan bantuan kepada kedua warganya yang terkena angin puting beliung.

Menurutnya anggaran tersebut disiapkan lantatan dahulu tahun 2018 ada warganya yang terkena musibah angin kencang dan bantuan dari Pemerintah terlalu lambat karena harus melalui banyak prosedur.

"Makanya kami memutuskan untuk menganggarkan khusus untuk bencana bagi warga kami Rp 50 juta setiap tahunnya," ujarnya.

Sementara Sekretaris BPBD Enrekang, Lukman Dering mengatakan, pihaknya sudah melakukan pendataan dan meninjau lokasi bencana.

"Iya kita sudah lakukan investigasi dan pendataan, untuk kemudian dikoordinasikan ke pimpinan terkait penanggulangannya," tuturnya.
(tribunenrekang.com)

Laporan Wartawan TribunEnrekang.com, Muh Azis Albar

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow Instagram Tribun Timur

Subscribe akun Youtube Tribun Timur

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved