Kapal Tenggelam di Pangkep
Tujuh Korban Kapal Tenggelam di Pangkep Ditemukan Selamat
Mereka, yang berlayar dari arah Pelabuhan Paotere Makassar mengangkut semen, spandek dan bata ringan.
Penulis: Munjiyah Dirga Ghazali | Editor: Ansar
TRIBUNPANGKEP.COM, LIUKANG KALMAS-- Tujuh korban kapal tenggelam Aras Jaya yang selamat hanya mengandalkan bambu sebagai pegangan.
Mereka, yang berlayar dari arah Pelabuhan Paotere Makassar mengangkut semen, spandek dan bata ringan.
Kapolsek Liukang Kalmas, AKP I Made Untung mengatakan saat ditemukan kondisi mereka lemah dan pucat.
Dia menyebut, kondisi mereka lemas karena letih berenang mencari pulau terdekat yakni di area Bangkauluang, Pulau Dewakkang Pangkep.
"Mereka lemas keliatannya, karena menurut mereka sektar 18 jam terombang ambing di laut lepas dan baru ditemukan sekitar pukul 6 padi tadi," ujar I Made Untung.
Saat ditanya ke beberapa petugas, kondisi mereka lemas dan hanya berpegangan pada bambu yang mengapung di area tersebut.
"Tujuh orang ini mengapung dan tidak terpisah dan mereka menggunakan bambu itu empat batang,"ungkapnya.
Saat ini, mereka sudah diantar nelayan asal Pulau Dewakkang, Husen ke Pulau Marasende tempat mereka.
Sebelumnya diberitakan, terjadi kecelakaan laut, Jumat (3/1/2020) kemarin sekitar pukul 13.30 Wita.
Kapal asal Pulau Marasende, Aras Jaya tenggelam.
Kapal itu tenggelam saat berangkat dari pelabuhan Paotere Makassar menuju Pulau Marasende, Desa Marasende Kecamatan Liukang Kalmas Kabupaten Pangkep.
Kapolsek Liukang Kalmas, AKP Made Untung dikonfirmasi Tribun Timur membenarkan kejadian tersebut.
"Iya benar, kejadiannya kemarin sekitar pukul 13.30 Wita di perairan Taka Bakkang," ujarnya, Sabtu (4/1/2020).
Dia menyebut, kapal itu memiliki tujuh penumpang di atas kapal.
Mereka adalah warga Pulau Marasende dan akan pulang ke pulauanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/tujuh-orang-korban-kapal-tenggelam-aras-jaya-saat-dievakuasi-sabtu-412020.jpg)