Luwu Raya

Apresiasi Gubernur Nurdin Abdullah Membangun, PB KKL Raya: Jangan Jadikan Wija To Luwu Penonton

PB KKL Raya sebut pembangunan di Luwu Raya ibarat sayur tanpa garam jika tidak libatkan Wija To Luwu.

Apresiasi Gubernur Nurdin Abdullah Membangun, PB KKL Raya: Jangan Jadikan Wija To Luwu Penonton
Humas KKL Raya
Ketua Kerukunan Keluarga Luwu (KKL) Raya memimpin pertemuan Wija To Luwu di Sekretariat KKL Raya, Jl Sultan Alauddin, Makassar, Rabu (1/1/2020). 

KKL Raya Apresiasi Gubernur Nurdin Abdullah membangun Luwu Raya, tapi mereka ingatkan "Jangan lagi jadikan Wija To Luwu penonton".

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pengurus Besar (PB) Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKL Raya) mengapresiasi cara Gubernur Nurdin Abdullah dalam upaya membangun infrastruktur di Luwu Raya.

Luwu Raya adalah wilayah di Sulsel yang terdiri atas empat kabupaten/kota, Kota Palopo, Kabupaten Luwu, Kabupaten Luwu Timur, dan Kabupaten Luwu Utara.

Hampir Tiap Bulan Nurdin Abdullah ke Luwu Raya, Isyarat Akan Gandeng Wija to Luwu Jadi Calon Wagub?

PB KKL Raya menilai Gubernur Nurdin Abdullah sudah menunjukkan sikap possitif yang patut diacungi jempol dalam membangun infrastruktur di Luwu Raya.

Hanya saja, KKL Raya mengingatkan Gubernur Nurdin Abdullah untuk tidak menjadikan Wija To Luwu sebagai penonton.

Hal tersebut terungkap dalam pertemuan awal tahun Wija To Luwu di Sekretariat PB KKL Raya, Jalan Sultan Alauddin, Makassar, 1 Januari 2020.

"Awal tahun ini, PB KKL Raya melakukan pertemuan di sekretariat.  Pertemuandimaksudkanselain untuk silaturrahim antar jajaran pengurus dan Dewan penasehat PB KKL Raya, juga mendiskusikan perkembangan pembangunan di Tana Luwu," kata Ketua Umum PB KKL Raya, Buhari Kahar Mudzakkar, di Makassar, Sabtu (4/1/2020) pagi.

Menurut Buhari Kahar Mudzakkar, dalam pertemuan tersebut, jajaran pengurus dan Penasehat KKL Raya menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah yang  mereka nilai tampak dengan sungguh-sungguh menggenjot sejumlah pembangunan prasana di daerah Tana Luwu.

"Bahkan beliau memilih menjemput tahun baru 2020 di Seko, sebuah daerah terpencil di kawasan pegunungan di Luwu utara yang berbatasan dengan Mamuju, Sulbar," kata Buhari Kahar Mudzakkar.

Apresiasi KKL Raya kepada Gubernur Sulsel juga terkait upaya pembentukan kabupaten Luwu Tengah yang sekarang ini berada di tangan Gubernur Nurdin Abdullah dan akan diperjuangkan ke pemerintah pusat melalui mekanisme diskresi, karena sekarang ini pemekaran daerah di Indonesia masih dinyatakan status moratorium alias dihentikan sementara oleh pemerintah pusat.

Berdayakan WTL
KKL Raya selain mengapresiasi sejumlah program pembangunan yang dianggarkan Pemprov  Sulsel di Luwu Raya,
Juga mengingatkan kepada Gubernur Nurdin Abdullah agar melibatkan potensi sumber manusianya yang berasal dari Wija to Luwu.

"Walau kami cukup mengapreasi sejumlah agenda pembangunan di Luwu raya dari Pemprov Sulsel, tapi kiranya Wija To Luwu jangan dijadikan penonton saja," tegas Buhari Kahar Muzakkar.

"Jadi kalau Pak Gubernur Nurdin Abdullah menggenjot pembangunan di Luwu Raya tapi yang laksanakan programnya semua dari luar, maka itu ibaratnya masakan sayur yang tanpa garam, jadi hambar rasanya," jelas Buhari Kahar Muzakkar menambahkan.

Turut hadir dalam pertemuan di Sekretariat KKL Raya, diantaranya, Andi Hatta Marakarma (Ketua Fraksi Golkar DPRD Sulsel yg juga mantan Bupati Lutim), Arjifin Junaedi (antan Bupati Luwu Utara), Jabbar Idris (Anggota DPRD Sulsel dari PPP), Hasby Ali (Ketua LPJK Sulsel), Sekjen KKL Raya, dan Dr Talib Mustafa.(*)

Editor: AS Kambie
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved