Pelatih Baru PSM Asal Kroasia
Prestasi Mentereng Bojan Hodak di Malaysia, Pelatih Baru PSM Makassar Pernah Taklukkan Timnas U19
Prestasi Mentereng Bojan Hodak di Malaysia, Pelatih Baru PSM Makassar Pernah Taklukkan Timnas U19
Prestasi Mentereng Bojan Hodak di Malaysia, Pelatih Baru PSM Makassar Pernah Taklukkan Timnas U19
TRIBUN-TIMUR.COM,- PSM Makassar resmi memperkenalkan pelatih barunya.
Pelatih baru PSM Makassar di perkenalkan langsung CEO PSM Makassar Munafri Arifuddin di kediamannya, Selasa 31 Desember 2019.
Dan untuk Liga 1 musim 2020, PSM Makassar akan ditukangi pelatih asal Kroasia, Bojan Hodak.
Bojan Hodak adalah pria kelahiran Kroasia.
Namun saat ini pelatih ini sedang menikmati liburan di negaranya Kroasia.
Dan dijadwalkan akan diperkenalkan ke publik 5 Januari 2020.
"Kemungkinan besar tanggal 5 Januari 2020 pelatih baru datang. Itu hasil pertemuan kami",kata Munafri Arifuddin CEO PSM Makassar saat press conference.
Di kediaman pribadinya di Jl Chaeril Anwar, Makassar, Selasa (31/12/2019) sore.
Kata Appi sapaan akrab Munafri Arifuddin, dirinya sudah bertemu dengan Bojan Senin kemarin (30/12/2019).
Pertemuan di Surabaya.
Dan Bojan Hodak sepakat latih PSM Makassar musim 2020.
"Kami sepakat untuk bekerja sama tapi kita juga harus hargai karena dia mau liburan," tegasnya.
Bojan Hodak ditunjuk Appi lantaran memenuhi kriteria pelatih yang diinginkan.
Yakni paham betul dengan kultur sepak bola Asia Tenggara.
Lama menjadi pelatih di Malaysia.
Termasuk pernah melatih Malaysia U19.
Selengkapnya Tribun Timur kutip dari Wikipedia.
Lahir 4 Mei 1971), adalah mantan pemain sepak bola dan pelatih profesional Kroasia, yang terakhir kali mengelola tim sepak bola nasional U-19 Malaysia.
Hodak lahir dan dibesarkan di Zagreb, Kroasia, sebagai anak kedua dalam keluarga dengan latar belakang militer yang kuat.
Ayah dan saudara lelakinya sama-sama perwira militer di sana.
Pada tahun-tahun awalnya, ia menghabiskan sebagian besar waktu bermain basket dan sepak bola, tidak memilih satu dari yang lain karena ia unggul dalam keduanya.
Tidak ada tokoh terkemuka yang mendorongnya, juga tidak ada sejarah olahragawan di keluarganya, tetapi Hodak melanjutkan untuk bersenang-senang, bergabung dengan teman-temannya.
Namun pada usia 16 tahun, klub lokalnya NK Trnje mulai membayarnya untuk jasanya dan ia sepatutnya menyerahkan bola basket untuk memfokuskan waktu dan energinya dalam sepak bola.