Putri Bos Coto Makassar
Kematian Ayahnya Belum Terungkap, Putri Bos Coto Makassar Mengadu ke LBH
Ia datang meminta pendampingan hukum mengenai kasus kematian ayahnya, Dahlan Daeng Liwang (52), yang belum juga terungkap hingga kini.
Penulis: Ari Maryadi | Editor: Syamsul Bahri
TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA - Hasdalil Mukminat (27) memutuskan mengadukan kasus kematian ayahnya ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar.
Hasda, sapaan, telah menemui pengurus LBH Makassar pada Senin (30/12/2019) semalam.
Ia datang meminta pendampingan hukum mengenai kasus kematian ayahnya, Dahlan Daeng Liwang (52), yang belum juga terungkap hingga kini.
" Iye, saya sudah bertemu LBH Makassar kemarin," kata Hasda kepada Tribun, Selasa (31/12/2019).
Hasda merupakan putri pertama dari Daeng Liwang. Ayahnya merupakan pemilik warung Coto di Kota Makassar.
Dahlan Daeng Liwang ditemukan tewas telentang bersimbah darah di tepi jalan samping perumahan Citraland, Kamis (19/12/2019) lalu.
Kini, sudah hampir dua pekan berlalu. Namun kasus kematian ayahnya masih belum terungkap.
Hasda menuturkan, aduan yang ia sampaikan sementara dipelajari oleh LBH Kota Makassar.
"Sedang dibicarakan oleh LBH. Saya juga sedang urus persyaratan untuk pendaftaran di Posbakum," terangnya.
Sebelumnya diberitakan, kesedihan masih terus dialami oleh Hasdalil Mukminat (27) bersama keempat saudaranya.
Ia terus berjuang mencari keadilan agar pelaku pembunuhan terhadap ayahnya bisa diproses secara hukum.
Termasuk pengungkapan modus dan motif dari kasus kematian tragis Daeng Liwang tersebut.
Anak pertama dari lima bersaudara ini mengungkapkan, ada luka lubang yang ia ditemukan di tubuh ayahnya.
Temuan itu ia lihat berdasarkan pengamatan mata secara langsung serta informasi yang ia peroleh.
Ia menduga luka itu adalah luka bekas tembakan. Meski demikian, Hasda tidak bisa membuktikan temuan itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/mukminat-27-putri-bos-coto-daeng-liwang.jpg)