Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Stadion Kalegowa

Stadion Kalegowa Direnovasi, Komisi III DPRD Gowa Bilang Begini

Apresiasi itu disampaikan ketika melakukan inspeksi mendadak ke bangunan olahraga kebanggaan masyarakat Gowa ini, Selasa (24/12/2019) siang.

Tayang:
Penulis: Ari Maryadi | Editor: Ansar
ari maryadi/tribun-gowa.com
Pantauan progres terkini renovasi Stadion Kalegowa, Jl Poros Pallangga, Kabupaten Gowa. Rumput sudah mulai tumbuh 

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA -- Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gowa mengapresiasi progres Revonasi Stadion Kalegowa.

Apresiasi itu disampaikan ketika melakukan inspeksi mendadak ke bangunan olahraga kebanggaan masyarakat Gowa ini, Selasa (24/12/2019) siang.

"Kami beranggapan dari ketiga proyek ini, yang sangat memuaskan hanya Stadion Kalegowa," kata Ketua Komisi III, Lukman Naba.

Pantauan Tribun, rumput Stadion Kalegowa sudah mulai tumbuh. Rumput ini menggunakan bibit yang didatangkan dari Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Namanya rumput Zoysia Matrella.

Bibit rumput Zoysia ini juga dipakai sejumlah stadion-stadion nasional.

Seperti Stadion Maguwoharjo Sleman, Stadion Sport Center Tangerang Banten, hingga Stadion Batakan Balikpapan.

Kontraktor juga sudah memasang alat penyiram rumput untuk pemeliharaan. Alat penyiram ini muncul dari bawah tanah.

Setelah dilakukan penyiraman, alat ini bisa dikembalikan turun ke bawah tanah.

Salah satu tantangan yang dihadapi yakni kemunculan rumput liar di lapangan.

Namun, Arsitektur perencanaan, Fauzan Munsir memastikan rumput liar itu bisa dikendalikan.

Caranya dengan penyiraman racun lumpur liar dari Lestarindo. Racun ini hanya mematikan rumput liar, sementara bibit rumput Zoysia dipastikan tetap hidup.

Arsitektur perencanaan, Fauzan Munsir mampu menjawab setiap pertanyaan yang diberikan oleh Komisi III DPRD Gowa.

Alumnus Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin ini menjelaskan renovasi stadion yang terbagi dalam tiga tahap.

Mulai dari pengerjaan tribun penonton, penanaman rumput, drainase, jogging track, serta lahan parkir.

Pada tribun penonton, arsitektur memasang konsep Wala Suji pada dindingnya. Konsep Wala Suji ini merupakan simbol dari empat penjuru mata angin.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved