Natal 2019
Sejarah Tradisi Kirim Kartu Natal, Inilah Sosok yang Pertama Kali Melakukannya
Perayaan Natal dapat menjadi momen untuk saling berkirim kartu ucapan.
Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Anita Kusuma Wardana
TRIBUNTIMURWIKI.COM- Perayaan Natal dapat menjadi momen untuk saling berkirim kartu ucapan.
Meskipun saat ini ucapan bisa diutarakan lewat sosial media ataupun telepon.
Kartu ucapan Natal masih menjadi tradisi yang hingga saat ini berlangsung.
Kapan, di mana, dan bagaimana kebiasaan mengirim kartu Natal itu dimulai?
Siapa pula yang memulainya?
Dilansir dari Tribun Lifestyle, kebiasaan mengirim kartu Natal dimulai di Inggris pada 1843.
Sir Henry Cole, seorang pegawai negeri senior adalah yang pertama kali melakukannya.
Cole membuat kartu Natal ini bersama dengan temannya, John Horsley, yang merupakan seorang seniman.
Mereka mendesain sendiri kartu Natal pertama tersebut dan menjualnya seharga 1 shilling.
Cole ingin orang-orang juga bisa saling mengirim ucapan Natal melalui kartu itu.
Kartu Natal Cole ini memiliki tiga panel.
Dua panel terluarnya menunjukkan gambar orang-orang yang mengasihi fakir miskin.
Sementara, panel pusatnya memperlihatkan sebuah keluarga yang sedang mengonsumsi hidangan Natal.
Beberapa orang tidak menyukai desain kartu tersebut.
Sebab, ada gambar yang memperlihatkan seorang ibu memberikan wine kepada anaknya yang masih kecil.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/perayaan-natal-dapat-menjadi-momen-untuk-saling-berkirim-kartu-ucapan.jpg)