Anies Baswedan
Anak Buah Prabowo Komentari Perintah Presiden Jokowi ke Anies Baswedan
Memasuki musim penghujan, sejumlah masyarakat mulai resah dengan potensi banjir yang akan melanda sejumlah daerah. Bayang-bayang mengerikan ini juga
TRIBUN-TIMUR.COM - Sosok Anak Buah Prabowo Komentari Perintah Presiden Jokowi ke Anies Baswedan
Memasuki musim penghujan, sejumlah masyarakat mulai resah dengan potensi banjir yang akan melanda sejumlah daerah.
Bayang-bayang mengerikan ini juga bikin masyarakat ibu kota Jakarta mulai waspada.
Sosok Presiden Jokowi juga konsen terkait hal tersebut hingga memberikan saran tersendiri kepada Gubernyr DKI Jakarta Anies Baswedan.
Terkait imbauan tersebut, anak buah Prabowo ikut berkomentar.
• Nonton TV Online 4 Link Live Streaming Everton Vs Arsenal Liga Inggris - Live MolaTV Nonton Gratis
• Mau Bertahan di Papan Tengah Klasemen Liga 1? Ini Syarat Harus Dipenuhi PSM
• Pelanggan di Kompleks Hartaco Keluhkan Air Tak Mengalir, Ini Penjelasan PDAM Kota Makassar
Cek selengkapnya di sini:
Anggota Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta Syarif menanggapi soal saran Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan soal penanganan banjir.
Seperti yang diberitakan, genangan muncul akibat hujan deras di DKI Jakarta pada Selasa (17/12/2019) lalu.
Mengenai hal itu, Jokowi pun meminta Anies Baswedan untuk terus melakukan pencegahan banjir.
Ia menyarankan selokan dibersihkan dan melakukan pelebaran Sungai Ciliwung.
Mengenai saran Jokowi ini, Syarif pun mengatakan bahwa hal itu sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari.
Bahkan Syarif mengungkapkan kalau penanggulangan banjir tersebut sudah dilakukan sebelum disuruh.
"Saran-saran itu sudah dilakukan oleh Pemprov DKI sejak bulan Juni, belum disuruh kita juga sudah mengerjakan," ucapnya, Kamis (19/12/2019).
• Wah Ada Promo Cashback 100% dari Gopay, Aplikasi Milik Nadiem Makarim, Ini Cara Dapat
• Berikut Promo Akhir Tahun di Ace Hardware
• Ini 10 Wahana New Carnival Mal DGS Diserbu Pengunjung
Syarif kemudian membahas soal pelebaran Sungai Ciliwung.
Terkait pelebaran Sungai Ciliwung atau normalisasi dalam istilah Gubernur Anies Baswedan, Syarif menyebut, hal itu memang menjadi catatan khusus bagi Pemprov DKI.
Pasalnya, normalisasi Sungai Ciliwung belum juga rampung lantaran masih terkendala pembebasan lahan di bantaran kali.
"Pembebasan tanah warga yang digunakan untuk pelebaran DAS (Daerah Aliran Sungai) Ciliwung kita memang agak macet, itu yang perlu jadi atensi," ujarnya.
"Karena sudah ada loh bagian tanah warga yang digunakan pelebaran sungai tapi belum dibayar," tambahnya menjelaskan.
Untuk mengatasi masalah itu, Syarif mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA).
"Kita sudah rapat di Banggar (Badan Anggaran) supaya SDA melakukan validasi lagi soal data-data pemilik (tanah) dan segera membayarnya," kata Syarif.
Ia pun menyebut, masih ada waktu bagi Pemprov DKI untuk berbenah agar genangan yang muncul di 19 ruas jalan dan merendam delapan penukiman warga di Jakarta itu tak terulang lagi.
"Masih ada cukup waktu (untuk berbenah).
• Makale Tana Toraja Mulai Macet, Begini Keluhan Warga
• Simak Bocoran Pemenang Desain Ibu Kota Baru di Kaltim, 5 Desain Dilihat Presiden Jokowi & Dewan Juri
• Persija dan Persela Menang, PSM Tersingkir di Posisi 10 Klasemen Liga 1
Yang penting tiga prinsip penanganan banjir, yaitu jangan sampai timbul korban, kedua soal harta benda, ketiga itu anak-anak sekolah dan lansia harus dipikirkan," tuturnya.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengomentari genangan yang muncul di sejumlah wilayah di DKI Jakarta pada Selasa (17/12/2019).
Dikutip dari Kompas.com, Jokowi meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk terus melakukan pencegahan banjir dengan pembersihan selokan dan pelebaran Ciliwung.
"Sangat tergantung sekali banjir di Jakarta itu pembersihan got.
Kemudian juga pelebaran dari Sungai Ciliwung yang sampai di Jakarta sudah menyempit," ujar Jokowi di Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (18/12/2019).
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga mengingatkan Anies soal pengelolaan pintu air di Ibu Kota.
Selain itu, juga terkait pentingnya pengerukan waduk.
"Manajemen pengelolaan pintu air termasuk pengerukan waduk-waduk di Jakarta, seperti Waduk Pluit dan lainnya," ujar Jokowi. (TribunNewsmaker/*)
Sebagian artikel ini telah tayang di Tribun Jakarta dengan judul Tanggapi Saran Jokowi Untuk Anies Terkait Banjir Jakarta, Gerindra: Belum Disuruh Sudah Dikerjakan
Tanggapi Jokowi soal Banjir Jakarta, Taufik: Waduknya Didiemin dari Zaman Pak Jokowi
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Mohammad Taufik merespons komentar Presiden Joko Widodo soal genangan yang muncul akibat hujan di DKI Jakarta, Selasa (17/12/2019) lalu.
Saat itu, Jokowi meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk terus melakukan pencegahan banjir dengan membersihkan selokan dan pelebaran Ciliwung.
Padahal, kata Taufik, waduk juga sering tak dikeruk saat Jokowi masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.
"Waduk kan dari zaman pak Jokowi didiemin juga," ucap Taufik di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (19/12/2019).
Taufik mencontohkan waduk di sekitar rumahnya, yakni di Pondok Rangon yang juga tak kunjung dikeruk sejak dulu.
"Sama saja. Depan rumah saya enggak dibikin-bikin," tutur dia.
Terkait pendapat Fraksi PDI-P DKI Jakarta yang menyebutkan bahwa Anies "cuci tangan" atas masalah banjir Jakarta, Taufik membantah hal tersebut.
Ia membela bahwa banjir juga surut dalam waktu yang singkat.
"Tapi kan 1 jam kemudian langsung surut, jadi enggak ada masalah biasa saja itu. Kok jadi ribet, orang dari dulu juga banjir. Itu mah, masih belum move on terus yang ribet," tandas Taufik.
Sebelumnya diberitakan, sejumlah ruas jalan di Jakarta tergenang saat hujan, Selasa (17/12/2019) lalu.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta pada Selasa, pukul 15.00 WIB, ada 19 ruas jalan yang tergenang air.
Ruas jalan yang tergenang di Jakarta Selatan, yakni Jalan Prof Dr Satrio, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Gatot Subroto, Jalan Kapten Tendean, Jalan HR Rasuna Said, Jalan Denpasar Raya, dan Jalan Pasar Kebayoran Lama.
Sementara genangan di Jakarta Pusat berlokasi di Jalan Gerbang Pemuda, Jalan Gelora, Jalan Asia Afrika, dan Jalan Pangeran Diponegoro.
Di Jakarta Timur, genangan terjadi di Jalan Raya Lapangan Tembak Cibubur, Jalan Pulomas Raya, Jalan Pemuda Raya, Jalan Komodor Halim, dan Jalan Bojana Tirta.
Terakhir, di Jakarta Barat, ruas jalan yang tergenang, yakni Jalan Letjen S Parman, Jalan Tanjung Duren Raya, dan Jalan Tubagus Angke.
Artikel ini telah tayang di tribunkaltim.co dengan judul Jokowi Minta Anies Bersihkan Selokan, Anak Buah Prabowo Langsung Angkat Bicara, Arahan RI 1 Disorot, https://kaltim.tribunnews.com/2019/12/20/jokowi-minta-anies-bersihkan-selokan-anak-buah-prabowo-langsung-angkat-bicara-arahan-ri-1-disorot?page=all.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/anak-buah-prabowo-komentari-perintah-presiden-jokowi-ke-anies-baswedan.jpg)