Polemik Jiwasraya
Tak Seperti Garuda Indonesia, Mengapa Menteri BUMN Erick Thohir Bungkam Ditanya soal Jiwasraya?
Menteri Badan Usaha Milik Negara atau Menteri BUMN, Erick Thohir enggan berkomentar saat ditanya wartawan terkait masalah di PT Asuranasi Jiwasraya
TRIBUN-TIMUR.COM-Menteri Badan Usaha Milik Negara atau Menteri BUMN, Erick Thohir enggan berkomentar saat ditanya wartawan terkait masalah di PT Asuranasi Jiwasraya (Persero).
Sikap tersebut berbeda saat maskapai Garuda Indonesia terkena isu penyelundupan Harley Davidson dan sepeda Brompton.
Saat itu, Menteri Erick Thohir langsung mengambil sikap tegas dengan langsung memecat lima pimpinan Garuda Indonesia, termasuk Direktur Utama Ari Askhara.
Dikutip dari Kompas.com, saat ditanya wartawan, Menteri BUMN Erick Thihir mencoba mengalihkan pertanyaan dari para jurnalis yang menemuinya.
Dia lebih menginginkan para wartawan menanyakan soal acara UMKM Export Brilianpreneur 2019.
“(Pertanyaannya sudah) melebar, nanti ada waktunya. ini (acara) UMKM,” ujar Erick di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (20/12/2019).
Saat wartawan terus mendesak agar Erick mau menjelaskan soal Jiwasrya, dia memilih bungkam. Dia terus menerobos kerumunan wartawan yang sedang menunggu komentarnya.
Hingga Erick masuk mobil, tak ada sepatah kata pun yang terlontar dari mulutnya soal Jiwasraya.
Sebelumnya, nasabah PT Asuransi Jiwasraya (Persero) merasa kecewa karena tak ada perwakilan dari Kementerian BUMN yang menemui mereka.
Saat datang ke kantor Erick Thohir, para nasabah tersebut hanya ditemui oleh pihak keamanan Kementerian BUMN.
Padahal, mereka ingin bertemu Erick Thohir atau Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga.
“Mau ketemu jubir (juru bicara) Pak Arya (Sinulingga) juga tak ada di tempat. Mereka (security) bilang sedang rapat di luar belum kembali. Mau ketemu staf menteri juga tidak ada yang bisa,” ujar salah satu nasabah Jiwasraya Haresh Nandwani di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (17/12/2019).
Awal Masalah Jiwasraya
Masalah Jiwasraya bermula ketika perusahaan menunda pembayaran klaim produk asuransi Saving Plan sebesar Rp 802 miliar pada Oktober 2018.
Produk ini disalurkan melalui beberapa bank seperti PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN), PT Bank ANZ Indonesia, PT Bank QNB Indonesia Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), PT Bank KEB Hana, PT Bank Victoria Tbk, dan PT Bank Standard Chartered Indonesia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/tak-seperti-garuda-indonesia-mengapa-menteri-bumn-erick-thohir-bungkam-ditanya-soal-jiwasraya.jpg)