TRIBUN WIKI
Tolak Jadi Wantimpres, Siapa OSO?
Ia menolak ajakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk masuk dalam lingkaran pemerintahan.
Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Ansar
TRIBUNTIMURWIKI.COM- Ada satu nama yang tak tergiur menjadi Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).
Ia adalah Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO).
Ia menolak ajakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk masuk dalam lingkaran pemerintahan.
Menurutnya ia ingin lebih fokus berjuang bersama partainya.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah Zubir mengatakan keputusan OSO tak lain karena yang bersangkutan memilih fokus berjuang bersama partainya untuk kembali ke Senayan pada 2024 mendatang.
"Pak OSO lebih memilih berjuang bersama kader-kadernya menata kembali partai Hanura agar dapat kembali ke Senayan pada tahun 2024, ketimbang menjadi pejabat tinggi," ujar Inas, ketika dihubungi Tribunnews.com, Sabtu (14/12/2019) dilansir dari Tribunnews.
Dikutip dari Tribunnews, Inas mengatakan untuk menjadi Wantimpres disebutkan pengurus partai politik harus mengundurkan diri dari kepengurusan partainya.
Hal itu merujuk pada UU No 19 Tahun 2006 tentang dewan pertimbangan presiden. Maka OSO menolak ajakan Jokowi karena memilih terus berjuang bersama partai dan tak bisa mundur dari partainya.
"Dengan alasan tersebut, tentunya pak Jokowi sangat memahami dan memghargai pilihan yang diambil oleh Ketua Umum Hanura," kata dia.
"Apalagi dengan tegas pak OSO mengatakan akan tetap mendukung 100 persen pemerintahan Jokowi," pungkas Inas.
Sebelumnya diberitakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengamini sempat menunjuk Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (Oso) menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Sayangnya Oso menolak tawaran itu.
Atas penolakan Oso, Jokowi mengaku bisa memakluminya. Pasalnya apabila menjadi Wantimpres Oso harus mundur dari Ketum Hanura.
Sesuai aturannya, memang pimpinan partai politik (Parpol) memang tidak bisa merangkap jabatan Wantimpres.
"Pak Oesman Sapta Odang memang semula kita pilih tapi karena dalam wantimpres tidak boleh merangkap berkaitan dengan politik," ujar Jokowi usai pelantikan Wantimpres di Istana Negara Jakarta, Jumat (13/12/2019).
Atas pertimbangan itulah, Oso yang juga mantan Ketua DPD itu memilih fokus untuk mengurusi partainya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/ketua-umum-partai-hanura-oesman-sapta-odang-oso-kc.jpg)