Alumni Smakara Bagikan Paket Makanan ke Panti Asuhan, Jemaat Gereja, dan Seminari

Pada sesi ketiga, membagikan paket makanan kepada para mahasiswa-mahasiswi di Seminari Petrus Claver

Alumni Smakara Bagikan Paket Makanan ke Panti Asuhan, Jemaat Gereja, dan Seminari
HANDOVER
Alumni Smakara Makassar bakti sosial berupa bagi-bagi paket makanan, Kamis (12/12/2019). 

Alumni lintas angkatan SMA Katolik Rajawali (Smakara) Makassar yang tergabung dalam Persaudaraan Alumni Smakara Wilayah Sulawesi Papua dan Maluku (PAS Supama) menggelar serangkaian kegiatan bakti sosial (baksos).

Baksos berupa bagi-bagi ratusan paket makanan kepada masyarakat di sejumlah lokasi Kota Makassar, Kamis (12/12/2019).

Bekerjasama dengan Panitia Perayaan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 PAS Supama, aksi bagi-bagi paket makanan dari Wendys yang terlaksana dalam tiga sesi.

Alumni Smakara Makassar bakti sosial, antara lain mengunjungi panti asuhan, Kamis (12/12/2019).
Alumni Smakara Makassar bakti sosial, antara lain mengunjungi panti asuhan, Kamis (12/12/2019). (HANDOVER)

Sesi pertama menyasar ke Panti Asuhan Bahagia Jln Muhammadiyah No. 34B/58 Makassar, kalangan anak jalanan, dan kaum dhuafa di wilayah kota Anging Mammiri.

Sesi kedua dengan menggandeng Yayasan Buddha Tzu Chi dalam ajang bertajuk "Berbagi Kasih Menyambut Natal".

Mereka juga membagikan paket makanan dan sembako kepada jemaat gereja yang kurang mampu.

Pada sesi ketiga, membagikan paket makanan kepada para mahasiswa-mahasiswi di Seminari Petrus Claver, Jln Gagak Makassar.

Bakti sosial ini dipimpin langsung oleh Ketua PAS Supama Hendrik Sie, dan Ketua Panitia Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 PAS Supama Harry Wijaya Laurin.

Turut dihadiri Dewan Pembina PAS Supama Ruslan Tandiari, Pengurus Pusat PAS Maria Boen dan Ester Lenri, serta sejumlah alumni dari angkatan 1976 sampai 1992.

Ketua PAS Supama Hendrik Sie menyampaikan, kegiatan bakti sosial yang digelar PAS Supama bersama alumni lintas angkatan itu mengusung tema "Hiduplah Bagai Sahabat Bagi Setiap Orang."

Tema yang mengandung makna tidak adanya perbedaan suku, agama dan ras dalam kehidupan berbangsa di NKRI ini. (*)

Citizen Reporter: James Wehantouw Melaporkan dari Makassar

Editor: Insan Ikhlas Djalil
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved