Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

UN Dihapus

Setuju UN Dihapus, Kepsek SMA Kristen Barana Toraja Utara: Pemborosan Waktu dan Biaya

Untuk mengganti sistem UN, Mendikbud akan menggunakan sistem Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter (AKMSK).

Tayang:
Penulis: Risnawati M | Editor: Imam Wahyudi
risnawati/tribuntoraja.com
Kepala SMA Kristen Barana Toraja Utara, Yusuf Pongsibidang. 

TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nadiem Makarim akan meniadakan Ujian Nasional (UN) mulai tahun 2021.

UN terakhir dilaksanakan tahun 2020 dengan pertimbangan pihak sekolah dan siswa sudah mempersiapkan segala persiapan UN.

Untuk mengganti sistem UN, Mendikbud akan menggunakan sistem Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter (AKMSK).

Penghapusan UN pun menjadi pro kontra. Ada yang setuju dan tidak.

Salah satu yang setuju adalah Kepala SMA Kristen Barana Toraja Utara, Yusuf Pongsibidang.

"Saya setuju ujian nasional dihapuskan saja, karena hanya menyebabkan pemborosan waktu dan biaya," ucap Yusuf, Jumat (13/12/2019) malam.

Lanjut Yusuf, walaupun demikian harus disadari bahwa esensi persoalan pendidikan bukan sekedar masalah di UN saja.

Menurutnya, di bangku Sekolah Dasar (SD) dan Perguruan Tinggi (PT) tidak ada ujian nasional sehingga seharusnya di Sekolah Menengah Atas (SMA) juga tidak perlu.

"Menurut saya masih banyak PR dalam dunia pendidikan yang seharusnya dapat diselesaikan seperti pemerataan mutu guru, sarana dan prasarana serta pembiayaan," tutup Yusuf.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved