Protes Petugas Kebersihan Parepare

Tukang Sapu Parepare Mogok, Praktisi Hukum: Wali Kota Sebaiknya Turun Tangan

Sekitar 29 tukang sapu atau petugas kebersihan Kota Parepare kembali menggelar demo protes, Selasa (10/12/2019) pagi hingga siang.

Tukang Sapu Parepare Mogok, Praktisi Hukum: Wali Kota Sebaiknya Turun Tangan
Istimewa
Praktisi hukum asal Parepare, Yopi Fadly Haya (56) meminta Wali Kota Parepare Taufan Pawe dan anggota parlemen kota ikut bertanggungjawab atas sengkarut dan mismanajemen eks tenaga kebersihan di daerahnya. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR — Praktisi hukum asal Parepare, Yopi Fadly Haya (56) meminta Wali Kota Parepare Taufan Pawe dan anggota parlemen kota ikut bertanggungjawab atas sengkarut dan mismanajemen eks tenaga kebersihan di daerahnya.

Sekitar 29 tukang sapu atau petugas kebersihan Kota Parepare kembali menggelar demo protes, Selasa (10/12/2019) pagi hingga siang.

Gaji sembilan bulan yang belum terbayarkan, jadi alasan mereka memblokade pintu gerbang Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Parepare.

Kantor tersebut berada di Jl Jenderal Ahmad Yani, Km 6, Kelurahan Bukit Harapan, Kecamatan Soreang, Sulawesi Selatan.

Dua unit motor tiga roda pengangkut sampah, alat kerja, dan tiang besi, jadi material memblokir.

Yopi menyebutkan, aksi penyegelan kantor Dinas Lingkungan hidup, seharusnya ikut diselesaikan oleh wali kota dan anggota parlemen kota.

"Saya pikir peran partai politik tidak sekedar jadi wadah rekrutmen pemimpin tapi lebih dari itu, partai juga berperan terhadap persoalan kemanusiaan. Seperti nasib menimpa 29 Tenaga kebersihan parepare. Selama 9 bulan upahnya tak terbayarkan oleh pemda setempat," ujar pengurus IKM Kota Parepare ini.

Selain itu, Dia sangat menghargai dukungan moral dan aksi aksi lapangan bagi adik mahasiswa guna mendukung mereka, serta Forum Komunikasi literasi parepare (FKLP) yang tengah melakukan penggalangan dana membantu meringankan beban tenaga kebersihan itu.

"Bagi saya persoalan upah tenaga kebersihan tersebut bukan semata domain dan tanggung jawab Kepala Dinas Lingkungan Hidup setempat.," kata dia.

Aksi 29 tenaga kerja kebersihan ini setelah delapan kali mengadu ke DPRD Parepare, dan dua kali demo tapi belum ada kejelasan.

Salah satu petugas kebersihan, Sonda mengatakan bahwa pihaknya lakukan hal ini hanya karna menuntut gajinya selama sembilan bulan.

"Hanya hasil keringat kami selama sembilan bulan yang kami tuntut, sehingga harus menutup pintu pagar gerbang ini," ujarnya.

"Kami akan membuka gerbang ini, setelah setelah gaji dibayar," kata Sonda. (*)

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Penulis: Darullah
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved