Tribun Mamasa
Warga Transmigrasi Rano Mamasa Mengeluh, Minta Ini ke Pemerintah
Berdasarkan data dinas transmigrasi, jumlah Kepala Keluarga (KK) di Transmigrasi Rano sebanyak 215.
Penulis: Semuel Mesakaraeng | Editor: Sudirman
TRIBUNMAMASA.COM, MAMASA - Transmigrasi Rano, Terletak di Desa Mehalaam Barat, Kecamatan Mehalaan, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat.
Berdasarkan data dinas transmigrasi, jumlah Kepala Keluarga (KK) di Transmigrasi Rano sebanyak 215.
Jumlah itu terdiri dari Transmigrasi Penduduk Setempat (TPS) sebanyak 134 KK, dan Transmigrasi Penduduk Asal (TPA) sebanyak 81 KK.
Sejak tahun 2015, Transmigrasi Rano sudah mengalami pendataan warga sebanyak tiga kali.
Yaitu pendataan pertama 100 KK, kedua 75 KK, dan ketiga 40 KK.
Sejak dimukimi, warga di transmigrasi itu masih mengalami beberapa masalah.
Misalnya saja, fasilitas kesehatan yang kurang memadai.
Di kawasan transmigrasi telah dibangun Pusat Pembantu (Pustu).
Sejatinya, setiap Pustu tersedia fasilitas kesehatan dan tim medis.
Namun di Pustu Transmigrasi tidak ada bidan, maupun perawat yang siaga 24 jam.
Akibatnya, jika warga mengalami gangguan kesehatan, maka sangat terpaksa berobat di Puskesmas.
Sementara puskesmas berada jauh dari kawasan transmigrasi, yakni berada di Kecamatan Mehalaan.
Untuk bisa tiba di Puskesmas Mehalaan, warga harus berjalan kaki sejauh kurang lebih 10 kilo meter.
Padahal berdasarkan keterangan sejumlah warga transmigrasi, tidak semua warga memiliki kendaraan.
Belum lagi, kebanyakan warga penduduk asal tidak memiliki kartu jaminan kesehatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/pustu-transmigrasi-rano-desa-mehalaan-barat-kecamatan-mehalaan.jpg)