Bandar Narkoba Tewas Ditembak

2019, Polisi Amankan 35 Kilogram Sabu-sabu Akan Diedarkan di Sulsel

Hal itu diungkapkan Kapolda Sulsel, Irjen Pol Mas Guntur Laupe saat menggelar konfrensi pers terkait pengungkapan sabu 5 kilogram

2019, Polisi Amankan 35 Kilogram Sabu-sabu Akan Diedarkan di Sulsel
muslimin emba/tribun-timur.com
Kapolda Sulsel Irjen Pol Mas Guntur Laupe saat menggelar konfrensi pers di ruang Biddokkes Polda Sulsel, Senin (9/12/2019) siang. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Polda Sulsel mengklaim selama tahun 2019 berhasil mengamankan puluhan kilogram narkotika berbagai jenis.

Hal itu diungkapkan Kapolda Sulsel, Irjen Pol Mas Guntur Laupe saat menggelar konfrensi pers terkait pengungkapan sabu 5 kilogram di kargo Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, Selasa (9/12/2019) siang.

"Pengungkapan kita selama ini khusus untuk tahun 2019, yaitu barang bukti berupa sabu-sabu sebanyak 35.650 gram (35 kilogram). Khusus untuk sabu-sabu, mudah-mudahan tahun depan bisa nambah lagi," kata Mas Guntur Laupe.

Untuk narkotika jenis ganja, lanjut Mas Guntur, 1.294 gram (1,2 Kg), untuk jenis ekstasi sebanyak 1.775 butir dan untuk narkotika jenis obat daftar G sebanyak 39.133 butir.

Dari angka barang bukti yang disita itu, Mas Guntur menyebutkan, gempuran narkoba yang memasuki Sulsel setahun terakhir cenderung signifikan dan diklaim meningkat jika dibanding tahun sebelumnya.

"Jika dibandingkan tahun lalu, cenderung meningkat tahun ini. Kenapa meningkat? Ini sama namanya kita menilang pengendara bermotor, kalau upaya polisi menilang kendaraan bermotor tersebut pasti akan meningkat ungkapan menilang tersebut," ujar Mas Guntur.

"Sama dengan ungkapan perkara narkoba, makin banyak anggota kita mencari dan mengejar para pelaku narkoba, makin banyak juga catatan perkara yang diungkap," sambungnya tanpa menyebut angka pengungkapan tahun 2018.

Banyaknya narkoba yang memasuki Sulsel, kata Mas Guntur tidak terlepas dari pengawasan yang ada.

Utamanya di jalur masuk strategis, seperti bandara dan pelabuhan.

Terbaru, 5 kilogram sabu asal Pontianak tiba di Makassar melalui kargo bandara Sultan Hasanuddin.

Pemiliknya, Shayrul alias Chalu (35) warga Jl Rehabilitasi Cacat, Kecamatan Panakukkang, Makassar.

Syahrul tewas tertembak timah panas polisi dalam pengungkapan itu. Dua pelaku lainnya (Aan dan Akbar) yang menyebut nama Syahrul diamankan dengan barang bukti sabu 35 gram.

Sabu seberat 5 kilogram itu diselundupkan Syahrul dengan menaruh di bawah tumpukan cemilan kerupuk dan biskuit dalam kardus.

Sabu yang ditaksir Rp 10 milliar itu diklaim dapat menyelamatkan 50 ribu orang dari pengaruh narkotika.

Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved